Fleur

Fleur Walau hingga kehidupan yang keberapa pun kalian saling mencintai hingga kehidupan yang keberapa pun juga aku akan mengalahkanmu merebutnya darimu Florence Ackerley sadar bahwa hidupnya ditentukan ke

  • Title: Fleur
  • Author: Fenny Wong
  • ISBN: 9786021913277
  • Page: 356
  • Format: Paperback
  • Walau hingga kehidupan yang keberapa pun kalian saling mencintai, hingga kehidupan yang keberapa pun juga aku akan mengalahkanmu, merebutnya darimu Florence Ackerley sadar bahwa hidupnya ditentukan kehidupannya di masa lalu Dua lelaki dalam hidupnya George, kakak angkatnya, dan Alford, tunangannya, terlibat di dalam untaian takdir itu Keegoisan dan saling silang k Walau hingga kehidupan yang keberapa pun kalian saling mencintai, hingga kehidupan yang keberapa pun juga aku akan mengalahkanmu, merebutnya darimu Florence Ackerley sadar bahwa hidupnya ditentukan kehidupannya di masa lalu Dua lelaki dalam hidupnya George, kakak angkatnya, dan Alford, tunangannya, terlibat di dalam untaian takdir itu Keegoisan dan saling silang kepentingan membuat kutukan saling berbenturan Hingga kehidupan yang keberapapun, tetap sama Fleur memadukan latar Victorian dengan bumbu dongeng ala peri, menawarkan kecapan fantasi yang segar pada romansa penuh lika liku.

    One thought on “Fleur”

    1. Muup ya cc Fenny, padahal aku udah selesai baca dari jauh-jauh hari dan janji mau ngereview juga, tapi akhirnya baru sempet kubikin sekarang karena stress ngurusin kuliah dan hal-hal lainnya. Sejujurnya, aku ga yakin aku sepenuhnya inget apa-apa aja yang sebelumnya mau kusampain dulu. Makanya kapan-kapan aku bakalan baca ulang buku ini, siapa tahu nanti ada beberapa pendapatku yang berubah dan aku bakalan ngedit review ini lagi.(~ ̄▽ ̄)~Aku nyelesain buku ini selama (kalo ga salah inget) sek [...]

    2. Ehm.Jarang-jarang ada buku yang bisa kuhabiskan dalam kurun waktu 24 jam setelah membuka halaman pertama. Tapi, yeah, buku ini adalah salah satunya ^^Firstly, ini fantasy Romance. Langsung excited waktu pertama kali dengar tentang buku ini dari penulisnya. I am a fantasy romance freak, FYI. Dan tentu saja poin bertambah karena buku ini dikarang oleh penulis lokal \(^o^)/Oke, membahas bukunya sendiri. Mengambil setting victorian era. Ingin iseng sedikit ah, soal penamaan.Ferdsland --> kedengar [...]

    3. Sebagai seorang penulis amatir, aku selalu kagum terhadap siapapun teman/kenalan/rekan seperjuanganku yang telah berhasil menyelesaikan karyanya. Yea, oke, memang ada karyaku sendiri yang telah berhasil kubereskan sih. Tapi itu cacat, jadi lebih baik soal itu kubahas lain kali. Tapi intinya, itu alasan utama kenapa aku kemudian membeli dan membaca novel Fleur karya Mbak Fenny ini.Buat belajar. Aku beneran perlu belajar. Pasti ada semacam teknik atau emosi atau makna tertentu di dalamnya yang bis [...]

    4. Fleur bercerita tentang takdir cinta segitiga di antara 3 makhluk. Sang Dewa Bumi dan Peri Bunga yang saling mencintai dan Dewa Matahari yang menginginkan cinta Peri Bunga yang membuatnya menghalalkan segala cara. Takdir cinta di antara mereka terus berlanjut hingga reinkarnasi-reinkarnasi selanjutnya dan kini tiba pada garis darah 3 orang. Florence Ackerley, George Ackerley, dan Alford Cromwell. Florence yang mencintai kakak angkatnya, George, mengetahui takdir di antara mereka bertiga. Dia ber [...]

    5. Menemukan Fleur di pameran dan langsung beli . dan ga nyesel.Buku ini bagus, ceritanya manis (kadang kemanisan tapi bisa ketelen), dan endingnya cakep. Berharap mati yg terakhir itu mati sungguan sih (tapi kayaknya terlalu jahat)Karakter favorit: Alford. Apalagi pas di bab2 awal dia masih judes2 sombong tapi baek hati gitu mweeeeeee. Di tengah2 sampe hampir terakhir jadi rada ababil kaya Geor ama Flo sih, tapi terakhirnya keren lagi <3Yg bikin penasaran sampe buku ditutup Kalo si Helras udah [...]

    6. Cerita roman yang apik dan memukau. Si Antagonisnya pun ga sembarang antagonis yang biasanya hanya diciptakan sebagai 'tokoh jahat' tandingan si protagonis saja. Memasukkan elemen fantasi perseteruan dua dewa yang berlangsung terus menerus dalam memperebutkan seorang peri bunga itu juga bagus sekali.Hanya saja saya penasaran jika Fermio, Belidis, dan Helras bereinkarnasi menjadi manusia apakah seluruh pria di dunia ini dulunya adalah dewata dan seluruh wanita di dunia ini dahulu adalah peri b [...]

    7. Untuk ukuran author Indonesia novel fantasy romance ini pantas buat dapet nilai sempurna (bintang lima). Apalagi dia masih muda banget. Nyaris aja nggak percaya kalo ini karangan anak indonesia. Penndeskripsian karakter nyaris selevel bagusnya dengan novel fantasy barat. Great novel! nb: seandainya George Arckley itu nyata hahaha :D

    8. Sececap FleurSuata masa, hiduplah peri bunga bernama Belibis Belidis. Dia bukanlah peri yang tercantik, bukan pula peri yang berbakat--malahan dia sering sakit-sakitan, tapi dia punya satu kelebihan lain yang mungkin tidak dipunyai peri bunga lain, atau bahkan para dewi. Kelebihan yang kemudian membuat Fermio, Dewa Bumi, dan Helras, Dewa Matahari, jatuh cinta padanya.Belidis mencintai Fermio. Fermio mencintai Belidis. Helras benci pada Fermio karena dicintai oleh Belidis. Padahal Helras tidak ka [...]

    9. Sebuah kisah fantasi romansa (atau romansa fantasi?) yang bersetting di Ferdsland, yang sebenarnya mirip sekali dengan Inggris di zaman Victorian.Mengenai setting cerita ini, acungan jempol harus kuberikan kepada penulis. Penulis bisa menggambarkan settingnya dengan cukup baik, yang menunjukkan kalau penulis sudah melakukan riset yang cukup mendalam mengenai hal itu (atau penulis cukup menggemari era Victorian, sehingga tahu banyak tentangnya :D ). Istilah-istilah baru (atau istilah-istilah yang [...]

    10. Yeey, akhirnya selesai baca novel tepung (flour), Eh? Fleur.Awal baca sih, saya tidak tergugah banget buat baca novel ini cepet, tapi dibagian tengah. Ada sesuatu yang menarik dan membuat saya ngebut bacanya, selain itu buku ini adalah hadiah ultah dari pacarku. Jelas buku ini jadi semakin istimewa buatku. Hehehe, covernya di dominasi warna putih agak buram dan sebuah buku yang udah jadul abis di tengahnya. Sinopsisnya tentang sebuah kutukan cinta segitiga yang sebenarnya udah pasaran banget, ta [...]

    11. Ini keren, *angkat dua jempol*Pokoknya saya puas banget baca ini d(' v ')bSederhana tapi kuat, dan manis.Saya jarang baca novel karena emang agak pilih-pilih, buat yang satu ini juga saya nimbang-nimbang agak lama, baca-baca review punya orang dulu, baca ulang sinopsisnya, baru berani beli. Salah satu yang bikin saya tertarik buat baca itu sinopsis singkat yang ada di sampul bukunya, dan begitu buka BAB pertama, sejujurnya saya agak nyepelein karena ngira ini pasti biasa banget. Tapi akhirnya be [...]

    12. Gimana ya perasaan gw?Senang? Mungkin lebih dari itu.Now, I can't wait membandingkan dengan naskah awalnya yang hingga kini masih disimpan rapi.Semangat Fenny !!!N jangan pernah merasa minder n nda pede lagi yaaa.*nunggu buntelan*

    13. buku ini menggambarkan kisah cinta yang unik dan tragis. aku selalu suka dengan cerita roman yang gelap seperti ini. overall, buku ini bagus dan tulisannya tersusun dengan apik, enak sekali untuk dibaca :)4/5 bintang untuk cerita yang unik dan George (yes, i kind of fall for him haha) <3

    14. baru selesai baca buku ini keren banget gak nyangka aja novel ini ternyata di buat orang indonesia walaupun tema yang di angkat disini agak kurang lazim di pakai.ngat suka tokoh goerge a.k.a fermio kayaknya tokoh gw banget #et hahaha yah gak salah lah saya kasih bintang 4

    15. Curhat sedikit, buku ini gue dapat di Gramedia CP dan saat nyari-nyari pake komputer ternyata sisa satu buku. Jujur karena penasaran sama ini buku, gue minta tolong sama mbak gramednya buat bantu nyari, berdoa dalam hati supaya perjuangan gue dateng nggak sia-sia. Secara sisa satu buku di gramed biasanya bukunya entah kemana dan kemungkinan besar bakal nggak dapet. Tapi emank lagi beruntung, gue berhasil dapat buku ini. Yeayy.neng banget. haha. Oke mulai reviewnyaFleur menceritakan tentang Flore [...]

    16. Bentar, saya mau cerita dulu :PJadi, sebelumnya buku ini saya liat di tokobuku online dan masukin ke wishlist. Tapi entah kenapa mungkin karena udah lama ga naruh perhatian ke buku ini, soalnya hampir 1 tahun ga kebeli2 juga, jadi pengen dihapus aja dari wishlist.Tapi, sebelum dihapus, saya baca lagi sinopsis bukunya, siapa tahu niat lagi buat dibeli. Eh, setelah baca sinopsisnya lagi langsung aja dibeli X) Dan bener-benar ga nyesel udah beli!It's really worth. Suka perpaduan antara historical r [...]

    17. Read more: here Akhirnya, setelah kurang lebih dua pekan yang lalu saya selesai membaca novel ini, hari ini terbit juga reviewnya. Kesan pertama saya tentang novel ini: Novel dari penulis lokal dengan cita rasa Eropa. Setting waktu yang digunakan penulis adalah era Victoria. Dari segi cerita, isinya lumayan oke, ini membuktikan bahwa karya penulis lokal juga patut diacungi jempol. Penulis cukup bisa membawa saya menyelami emosi tokoh-tokoh dalam novelnya. Cuma ada bebapa bagian yang membuat saya [...]

    18. Aku udah tertarik baca novel ini sejak sekitar November 2012, tapi baru bisa baca (ngerampok punya temen) akhir Januari ini. Tertarik sama covernya yang keren bangeeeeettt~ >u<Selanjutnya, langsung agak down baca halaman-halaman awal, karena ada beberapa kata depan yang rasanya nggak tepat penggunaannya, dan kata ‘ke luar’ yang ternyata setelah kubaca 2 kali lebih tepat ditulis ‘keluar’. Disambung, nggak dipisah. Masalah sepele, tapi akibatnya lumayan tuh. Editornya apa kabar ya? # [...]

    19. plotnya bagus. suka cerita dongengnya. nggak nyangka cerita cintanya bs seru n bikin deg2an. and I found myself tersepona dgn Alford yang judes.However, setting eropanya, Victorian era I supposed, terasa kurang kental. I'm talking about the house, interior, cutlery, fashion be ause it's a novel. well, mgkn krn saya membandingkan nya dgn ayu utami ketika bercerita ttg candi2 di manjali, atau anne rice yg dgn indah bercerita ttg gaun2 velvet atau beledu yg halus indah dgn renda dan pita warna2 di [...]

    20. Kalimat yang keluar dari pikiran saya ketika selesai baca buku ini adalah "Ceritanya kayak dongeng."Fermio, Belidis, Helras = George Ackerley, Florence Ackerley, Alford CromwellFenny Wong seperti mengangkat sebuah dongeng ke dalam dunia nyata dengan setting Eropa sekitar tahun 1800an. Mengisahkan Kakak beradik keluarga terpandang Ackerley yang yatim piatu dan saling jatuh cinta. Namun keduanya terjebak dalam sebuah dongeng dalam buku yang diwariskan sang ibu, Mrs Ackerley yang meninggal ketika m [...]

    21. 3.5 stars :)Gue suka nih buku. Historical romance berbalut fantasi. Keren! Jadi tertarik baca buku historical romance lain abis baca nih buku. Aura Victoriannya kerasa banget. Antara setting masa kini yg berlatar 1800an sama cerita dongengnya sendiri yg diceritain secara bergantian juga gak bikin bingung. Pun alur ceritanya sangat menyenangkan buat diikuti. Dan covernya, cantik bangeeet :) I love it!Tapi buat karakternya sendiri gue rata2 kurang suka. Sebel sama Florence, lembek banget dah. Teru [...]

    22. Nyari buku ini di toko buku susaaah banget sekarang. Nyari di mana-mana nggak ketemu. Eh tiba-tiba temenku di Bandung bilang dia dapat buku ini dari diskonan di toko buku. Tadinya mau nitip, ternyata udah kehabisan lagi-lagi :( Jadi solusi terakhir aku minjem aja sama temenku itu.Begitu baca bab awal, aku udah merasa cocok sama buku ini. Cara deskripsinya, jenis ceritanya aku banget. Aku suka cerita-cerita seperti ini hehehe. Dan aku menikmati baca buku ini sampai-sampai aku ceritain isinya ke m [...]

    23. Sebenarnya udah nyelesain buku ini lama tapi, baru sempat review sekarang.Awal bacanya sih ngira bakal lama bacanya atau malah selesai di tengah, alias gak lanjut. Ternyata semakin lama novel ini bikin penasaran juga. Disini kita dibuat berpikir bagaimana si tokoh utama menyelesikan kisah cinta segitiganya sementara ada kutukan di dalam keluarganya. Si tokoh utama ini menurutku gadis yang lemah, karakter yang sama sekali gak aku sukai. Cuma ternyata nih, itulah yang bikin konflik di sini, keingi [...]

    24. Fenny itu makannya apa sih? imaginasinya bagus banget :|gak kebayang gimana dia bisa mneyatukan kehidupan dongeng dan kehidupan nyata sekaligus.Florence, Alford, dan George yang ternyata punya kehidupan di masa lalu, terus sama-sama terikat sumpah satu sama lain, sampai akhirnya mereka harus berjuang untuk mengubah takdir mereka itu sendiri. aaaaaaah, dan covernya memang luar biasa ! :Ddan most favourite quote yang ada di buku ini dan paling menyentuh hati adalah"Aku ingin kembali kembali sekali [...]

    25. Wrote the first draft sometime a couple of years ago, in the midst of hectic exams and sad goodbyes. It provided the kind of escapism that I needed.The idea of a flower taking nutrition from earth but standing straight challenging the sun intrigued me. The simple idea evolved into this published version of Fleur. Fleur tells a story about the meaning of possessing, sacrificing, and loving.

    26. Memang sulit melepaskan seseorang yang kita cintai, terlebih kita begitu mencintainya. tapi kadang memang ada hal-hal yang lebih baik diikhlaskan, tidak kita miliki.Saya menyarankan Alford untuk mencontoh bagaimana sikap Kang Shin Woo ketika menyadari sebesar apapun dia berusaha, Go Mi Nam tak akan berpaling padanya.MelepaskanMengikhlaskanBegitu mulia, tapi begitu sulit dilaksanakan*Nah nyambung ke Go Mi Nam lagi -_-"*Ga pake repiu*

    27. Terus terang saya lupa kapan pertama kali menbaca draft awal kisah inistilah sudah berkembang menjadi lebih baik.Jika berurusan dengan hati, apapun bisa dijungkirbalikanLayaknya iklan minuman dalam botol, siapa saja bisa terkena panah cinta, dimana saja serta kapan saja. Ada sesuatu yang berbeda dalam kisah iniWaspadalah!Repiunya nanti sajalahmenunggu buntelan dari sang penulis

    28. Ini seperti dongeng klasik. Aku suka ceritanya. Sebenarnya sih, jenis semacam ini bukan yang biasa aku baca. Hanya saja takdir kemudian membawaku memiliki buku ini *halah*.Jujur saja, agak butuh waktu lama untukku memahami keseluruhan ceritanya. Mungkin aku yang bodoh sih, jadi masih sering membalik lembar sebelumnya beberapa kali baru kemudian lanjut membaca chapter berikutnya. Tapi overall aku menikmati cerita ini. Novel ini cocok dibaca di waktu senggang, disaat relaks begitu.

    29. Pertama-tama, buku ini rapih.Dalam artian, penulisannya tidak bikin saya menutup buku untuk memijit kening atau pindah tempat mencari pewe demi meningkatkan mood.Tapi, tanpa bermaksud merendahkan genre romance sama sekali, sepertinya saya memang kurang cocok dengan romance yang kental seperti ini ^^;;;Jadi, kalau dilihat dari sisi lain, artinya buku ini oke untuk yang suka kisah percintaan, dan fantasi pula.

    30. dongeng yg indah. membaca ini berasa baca sebuah dongeng dan seperti nonton film pride and prejudice heheh. saya suka ceritanya. berasa kembali ke masa lalu. entah knp diakhir bab saya jd jatuh cinta sama Alford. pria angkuh yg menginginkan cinta dr Florence. ternyata cintanya begitu tulus. dan itu tergambar di bab akhir. di awal kita digambarkan sama Alford yg jahat namun pas diakhir justru sy simpatik sama Alford. Selesai membaca hati saya melengos krna Alford hahah

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *