One thought on “Kepada Cium”

  1. Sebelum ini aku baca dalam bentuk pdf. Dapat dari kawan aku. Entah mana dah pergi fail pdf tu pun aku tak tahu. Kali ini aku dapat bukunya terus. Ini karya pertama dari Jokpin yang aku baca sebelum yang lain-lain (mengambil kira versi pdf sebelum ini).Pertama kali baca dulu adalah first encounter aku tentang Jokpin. Puisi pertama dari buku ini yang aku baca (Malam Insomnia) telah buat aku jatuh cinta berguni-guni dengan karya Jokpin. *fangirling* Banyak puisi-puisi dibuku ini yang menjadi kegema [...]

  2. Saya berikan puisi favorit saya:Layang-layang Ungu(hal.19)Celana ungu pemberian kakekku telah kugubahmenjadi layang-layang; kulepas ia di malam terang.Terbang, terbanglah layang-layangku, celanaku,mencium harum bulan: ranum bayiyang masih disayang waktu;menjangkau relung bunda di palung senja.Saat aku sakit, layang-layangku menggelepar manjadi bawah jendela, lalu lenyap entah ke arah mana.Telepon genggam menyampaikan pesan dari Ibu:"Layang-layangmu yang lucu telah mendaratdi dahan pohon sawo bel [...]

  3. Hanya dengan 33 puisi yang relatif pendek-pendek dan ditulis dalam bahasa yang sederhana, Jokpin mengaduk-aduk emosi saya. Benda remeh atau peristiwa bisa menyimpan kejutan tak terduga dalam sajak-sajaknya. Ia memang biasa bicara celana, kasih sayang, kenangan masa kecil, tubuh dan benda-benda rumah dalam sajak-sajak sebelumnya. Tapi kali ini peristiwa tsunami Aceh, gempa Jogja, anak kecil yang hendak bunuh diri karena tak sanggup membayar SPP dst, mendapat ruang yang relatif seimbang dengan tem [...]

  4. seperti anak rusa menemukan sarang airdi lubang batu karang yang tersembunyiseperti gelandangan yang menenggak sebotol mimpidi bawah rindang matahariseperti mulut kata yang mendapatkan susu sepiyang masih hangat dan murnimalam ini aku mau minum di bibirmu

  5. Kau adalah mata, aku air matamu.(Kepada Puisi, Joko Pinurbo, 2003)Kira-kira demikianlah pengakuan tulus Joko Pinurbo kepada puisi, dunia kata-kata yang digelutinya sejak ia masih remaja. Puisi bagi penyair bertubuh ceking yang biasa disapa Jokpin ini, adalah hidupnya. Menyatu. Tak terpisahkan. Bagaikan mata dengan air mata.“Puisi adalah kekasihku. Adalah kebahagiaanku”, ujarnya saat saya mewawancarainya pada satu kesempatan tahun lalu. “Aku merasa eksis sebagai Jokpin berkat puisi. Aku pal [...]

  6. orisinalitas memerlukan penjelajahan dalam tubuh sendiri. menjadi buku yang terbuka. menghampar pada bunyi sunyi semesta. yang termaktub juga dalam ruang tubuh sebagai buku bacaan yang egaliter. kadang menyimpan luka, senang, dan harapanko pinurbo (jokpin) adalah salah satu yang mempunyai orisinalitas itu. dia memasuki wilayah yang tak lazim bagi penyair kebanyakan. celana menjadi sebuah ruang dialektika jokpin dengan tuhannya. aneh kan. gila kan. dan demi untuk mendapatkan orisinalitas ini, beb [...]

  7. tidak seperti yang saya harapkankali ini mungkin karena tekanan komersialisme, mas jokpin yang orangnya sangat sederhana sepertinya diburu buru untuk bikin sajak, karena apa? karena sajaknya laris manis. Ia adalah penyair paling kaya saat ini (maksudnya kaya dari hasil hak atas kekayaan intelektualnya). ia bisa hidup enak hanya dari menulis puisiyang, beberapa puisinya menurut saya kualitasnya tak sebaik dalam telepon genggam, terlebih dibandingkan kumpulan puisinya yang pertama yang bertajuk ce [...]

  8. Kepada CiumSeperti anak rusa menemukan sarang airdi celah batu karang tersembunyi,seperti gelandangan kecil menenggaksebotol mimpi di bawah rindang matahari,malam ini aku mau minum di bibirmu.Seperti mulut kata mendapatkan susu sepiyang masih hangat dan murni,seperti lidah doa membersihkan sisa nyeripada luka lambung yang tak terobati.Joko Pinurbo, 2006Lembut banget cara JokPin bercerita dan mengaduk-aduk emosi gue

  9. Yang paling disuka di kumpulan puisi JokPin kali ini, Kepada MataKaulah matahari malamyang betah berjaga menemani saya,menemani kata, sehingga sayatetap bisa menyaladi remang redup kata.***Baca online disini

  10. Edisi terbaru "Kepada Cium" ini belum saya peroleh. Beberapa buku yang lain seperti "Baju Bulan", dan beberapa karya beliau sudah saya baca. Apalagi, saya menulis skripsi saya tentang puisi "Doa Malam" karya beliau. Mudah-mudahan saya akan memeroleh buku yang satu ini. Bagaimana isinya, saya akan tahu nantinya. Amin.

  11. 1248th - 2011Dilanda deja vu membaca yang ini:Bajunya hijau, celananya hitam,tubuhnya terlihat ringkih dan ringan,dan ia bersenandung riang,kring kring, sepeda merahnya meluncur pelan hal.28Kuis Komunikata Kopdar GRI 2011 kemarin ;)~IBF 2011~

  12. Cinta Telah TibaCinta telah tibasebelum kulihat parasnyadi musim semi wajahmu.Telah menjadi kita dan katasaat kucicipi hangatnyadi kuncup rekah bibirmu.Menjadi deru dan derasaat kuarungi arusnyadi laut kecil matamu.2006Kepada Cium-Joko Pinurbo

  13. Baca bareng GRIMaghrib (hal.21) Di bawah alismu hujan berteduh. Di merah matamu senja berlabuh. Kepada Mata (hal.38) Kaulah matahari malam yang betah berjaga menemani saya, menemani kata, sehingga saya tetap bisa menyala di remang redup kata.

  14. Kubaca ulang dan kutanya ulang: ada apa dengan celana? :-)------Renyah dan jitu.Ada apa Joko Pinurbo dengan celana?

  15. Seperti biasa sajak2 Jokpin itu sederhana, mudah dimengerti tapi berhasil menyeret pembacanya berkelana ke imaji tanpa batas.

  16. Sedang ApaSedang apa, penyair, malam-malamMasih sibuk menempa dan memahat kata?Sedang membuat patung dirimu?Sedang membuat batu nisan untukmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *