Rafilus

Rafilus Budi Darma selalu berurusan dengan jungkir balik kehidupan Rafilus adalah radikalisasi urusan tersebut Seluruh tokoh dalam Rafilus adalah manusia yang terkondisi oleh kesadaran akan keterbatasannya Da

  • Title: Rafilus
  • Author: Budi Darma
  • ISBN: 9789794071373
  • Page: 483
  • Format: Paperback
  • Budi Darma selalu berurusan dengan jungkir balik kehidupan Rafilus adalah radikalisasi urusan tersebut Seluruh tokoh dalam Rafilus adalah manusia yang terkondisi oleh kesadaran akan keterbatasannya.Dalam Rafilus, Budi Darma terus mengikuti perjalanan imajinasinya dengan cermat Tema, penokohan, dan cara penyajian yang merupakan ciri khas Budi Darma terangkat dengan sendiBudi Darma selalu berurusan dengan jungkir balik kehidupan Rafilus adalah radikalisasi urusan tersebut Seluruh tokoh dalam Rafilus adalah manusia yang terkondisi oleh kesadaran akan keterbatasannya.Dalam Rafilus, Budi Darma terus mengikuti perjalanan imajinasinya dengan cermat Tema, penokohan, dan cara penyajian yang merupakan ciri khas Budi Darma terangkat dengan sendirinya Tidak pelak lagi Rafilus menyajikan keunikan tersendiri.

    One thought on “Rafilus”

    1. beberapa fakta yang bukan review buku1. ternyata buku super lawas yang cetak ulang sampai edisi ketiga ini2. udah lama pengen baca buku Budi Darma tapi belom pernah tergerak beli3. pas puasa kemarin ngobrol sama penulis veteran dan pemerhati sastra yang sebut-sebut Budi Darma yang ketika ditemui in person sangat tidak mencerminkan tulisan-tulisannya yang cenderung kocak4. saya agak teringat Jonas Jonasson ketika membaca buku ini5. model novel yang nyaris tanpa percakapan membuat saya semakin per [...]

    2. Rasanya belum pernah saya membaca kehidupan yang begitu lambat seperti dalam Rafilus ini. Semua tokohnya suka bercerita tentang dirinya sendiri dan semua tokohnya juga beranggapan bahwa mereka adalah pendengar setia orang lain.Semua orang ingin berbicara, dengan detil, ingin memuntahkan pendapat mereka tentang orang lain, ingin membludakkan informasi tentang diri mereka sendiri agar semua orang tahu. Begitulah, tokoh demi tokoh bergantian bercerita (melalui suara tokoh pertama: Tiwar).Pengarangn [...]

    3. Benar-benar!Budi Darma adalah penulis yang tidak mempedulikan gaya tulisan orang lain. Dia mantap, keukeuh, istiqomah punya gaya sendiri. Dan parahnya, saya kok jadi selalu membayangkan setiap karakter dalam buku-buku Budi Darma ketularan sikap cuek sang pengarang. Saking terpengaruhnya, bahkan mereka sendirilah yang menuliskan kisah mereka di tiap buku!Benar-benar novel yang absurd, sekaligus nyata.

    4. hal-hal berkaitan sudut pandang aku mengenai buku ini adalah sebagai berikut ya. wkkwkw lagi bener2 belum ada mood buat nulis narasi.a. Laki laki bernama rafilus yang dianggap sebagai keturunan iblis/setan; karena memiliki tulang bak besi dan urat bak kawatb. Tokoh utama memiliki istri yang memiliki keinginan berhubungan seksual bersama rafilus, katanya napsu birahinya selalu dibuat penasaran tentang gimana rasa berhubungan denganyac. Sebagai pembaca, secara jujur merasa sangat gagal memahami ke [...]

    5. kalimat "Rafilus mati dua kali" ternyata menarik perhatianku untuk membaca buku ini. pembawaan ceritanya yang absurd dan kocak, namun sebenarnya membawa kritik sosial yang cukup mendalam.rating 3.8 dibulatkan ke atas! :))

    6. Saya membutuhkan waktu kurang lebih enam jam untuk membaca buku ini; dan saya selalu terpana. Terkadang saya tidak habis pikir dengan imajinasi Pak Budi Darma ketika memuntahkan seluruhnya ke dalam sebuah karya yang indah, magis sekaligus absurd. Setelah saya membaca dua karya sebelumnya; Kritikus Adinan dan Orang- Orang Bloomington, terlemparlah keinginan saya membaca novel ini. Sekali lagi, sebenarnya saya terlanjur bingung untuk menulis resensi seperti apa setelah membaca paragraf terakhir da [...]

    7. Cerita Rafilus ini masih satu tema dengan Ny. Talis, yaitu penghayatan tentang takdir dan arti anak bagi manusia. Perbedaannya ialah karena penulis mengikuti premis "Rafilus telah mati dua kali", maka nasib Rafilus sebagai tokoh utama tidak semujur Madras dalam novel Ny. Talis.Novel ini diceritakan dalam sudut pandang seorang laki-laki bernama Tiwar. Dari Tiwar-lah kita mengenal tokoh Rafilus, Munandir, Pawestri, Sinyo Minor, dll. Karena penceritaan sudut pandang pertama inilah, anggapan pembaca [...]

    8. Nikmat karya Budi Darma mana lagi yang kau dustakan? Rafilus adalah seaneh-anehnya kehidupan manusia biasa. Lambat, dan hampir seluruhya membosankan tanpa debar. Saat narasi membawa pembaca pada suatu pengakuan yang dapat menjadi jawaban segala kebingungan yang berkecamuk, mereka dipertemukan dengan antiklimaks.Apakah membosankan? Ternyata tidak. Budi membuat pengakuan tokoh-tokohnya sedekat mungkin dengan manusia nyata pada umumnya. Termasuk pada poin ini:"Apalagi apabila kita menyadari, bahwa [...]

    9. "Anak" jadi tema besar dalam buku ini. Tentang hasrat manusia untuk meraih keturunan, juga hasrat untuk tidak meraih keturunan. Di sini diceritakan upas Munandir yang 30 tahun lalu nyaris lebur tertabrak kereta api. Kebetulan sekali, saya baca novel ini 30 tahun setelah terbitnya buku ini. Pun novel yang saya baca merupakan terbitan pertama tahun 1988, 30 juga usianya.Karena terbitan pertama, rasa-rasanya penuturan di sini jadul sekali. Padahal 1988 cuma beberapa tahun sebelum kelahiran saya, se [...]

    10. Ini adalah novel pertama Budi Darma yang saya baca, (sebelumnya baca kumcer di Orang Orang Bloomington) dan seperti kumcernya, di novel yang nyaris tidak ada percakapannya ini Budi Darma menuliskan tokohnya dengan begitu kejam, heheheTapi saya suka novel ini, gaya bahasanya khas sekali. Recommended!!

    11. Bahasanya sederhana, alurnya runtut. Tetapi saya menemukan banyak kebingungan. Novel ini nyaris tanpa dialog.“Ketidaktahuan adalah siksaan, dan siksaan adalah obsesi. Setiap obsesi mengalami masa inkubasi yaitu saat meledak.” Budi Darma, Juli 1985.

    12. Setelah berbagai tokoh bercerita mengenai kehidupannya dan kehidupan mereka yang bersinggungan dengan Rafilus. Sempat dalam benak saya berharap agar Gandari berkesempatan untuk bertemu Rafilus. Entah apa yang akan terjadi. Apakah Rafilus akan tetap mati dua kali? Selain itu, saya senang penulis memasukan tokoh Rabelin diakhir cerita. Ini setidaknya memberikan penggambaran jika masih ada orang baik diluar sana yang tidak hanya niatnya saja yang baik tapi juga dibuktikan dengan tindakan yang nyata [...]

    13. Judul: RafilusPenulis: Budi DarmaPenerbit: JalasutraHalaman: 239 halamanTerbitan: Mei 2008Salah satu novel yang unik dan absurd ini adalah Rafilus, Rafilus merupakan perjalanan imajinasi Budi Darma dengan cermat, tema, penokohan, dan cara penyajian yang khas, sehingga membuat tokohnya seperti Rafilus, Tiwar, Pawestri, Jumarup, dan Munandir menjadi sangat radikal dan dan seringkali melakukan tindakan-tindakan mengejutkan, surealis, dan mengajak kita untuk menjelajahi absurditas manusia. Keunggula [...]

    14. Rafilus adalah novel yang benar-benar abstrak. Sangat sulit untuk bisa mengikuti runtutan peristiwa dan jalan ceritanya, karena memang tidak banyak sebetulnya yang diceritakan. Seperti dalam Olenka, lagi-lagi Budi Darma lebih mementingkan alam pikiran tokoh-tokoh ketimbang ceritanya sendiri.Jadi singkatnya ada sedikit hal yang berkesan:1. Rafilus, seperti kata pengarangnya, sebenarnya novel yang membosankan dan abstrak. Membosankan, karena tidak banyak yang bisa diceritakan dari garis perjalanan [...]

    15. Novel paling aneh yang pernah saya baca. Apa-apa yang tidak kita temui ada di sini, tapi bukan berarti novel ini tidak punya nilai-nilai kehidupan. Saya sering tersenyum lalu tersindir sendiri. Cerita mengalir lebih deras dari banjir. Ya, seperti banjir. Apa saja bisa datang: pakaian yang mungkin masih baru yang tersapu dari suatu rumah, mungkin uang, sampai kotoran. Semua dikisahkan lancar, langsung, bahkan melompat-lompat tapi selalu berada dalam satu rel. Pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh dalam [...]

    16. agak ngeri bacanya. karena kebiasaan membaca tidak bisa tidak memikirkan tokoh-tokoh didalamnya. dan menurut saya rafilus itu susah. susah untuk dibayangkan seperti apa. saya tau itu tidak nyata. tp entah otak bagian mana dari saya, menggabungkan antara tokoh fiksi dan latar cerita, sehingga menyangka bahwa kisah ini nyata seperti kehidupan sehari-hari. karena saya sendiri orang Surabaya. jadi saya tau betul letak daerah-daerah yg dijelaskan dalam noveltiap tokoh menceritakan kisahnya sendiri, a [...]

    17. alurnya memang lambat. karena memang budi darma ini peduli sekali dengan detail. kota surabaya menjadi sangat nyata dalam penuturan budi darma. meski hanya bertaut dalam beberapa kalimat dan paragraf. tak banyak pengarang yang peduli dengan detail. melelahkan memang membaca kalimat yang diulang-ulang. tapi itu menjadi karakteristik sendiri ketika memang sebuah novel disengajakan dalam alur yang lambat. meski lambat, novel ini seperti meneror. pikiran dibiarkan berkelana setiap kita membaca satu [...]

    18. rafilus sudah mati dua kaliitu kata2 yang saya ingat dari buku ini, dan ternyata memang dari situlah alur cerita ini berjalan. kalo saya bilang sih keren :D. imajinasi budi darma yang kemana2, meloncat2 tapi tetap ingat untuk kembali ke fokus utama, bahasa yang sederhana dan pemilihan diksi yang nggak neko-neko membuat buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca siapa saja. satu lagi, budi darma selalu berhasil membuat peristiwa yang sebenarnya tak mungkin terjadi menjadi seolah peristiwa yang [...]

    19. Rafilus adalah rafilus. Begitu judul pada bab terakhirnya.Bab-bab awal sangat membuat saya penasaran karena semua tokoh yang ditulis terasa sangat hidup dikepala saya. Detail dan ngeri. Jangan berharap pada cerita karena menurut saya Budi Darma tidak menceritakan cerita di dalamnya melainkan sebuah kondisi yang di ceritakan melalui tokoh-tokoh. Absurd, ya mungkin itu kata awam yang cocok untuk novel ini :D

    20. rafilus mati dua kalisebuah buku yang aneh, absurd namun membuat penasaran untuk membaca sampai habis. setiap kalimat sering kali membutuhkan pemikiran lebihbuah buku yang membuat tidak nyaman bagi pikiran yang ingin membaca buku dengan santaicalah dan rasakan sensasi aneh dari seorang budi darma.

    21. "Rafilus" bercerita mengenai sosok Rafilus dengan segala absurditasnya, yang terekam kisah hidup Tiwar. Rafilus sudah mati dua kali. Dengan lihai dan detai Budi Darma menyusun kata sehingga kisah absurd ini dengan mudah dapat diterima dan seolah sangat mungkin terjadi. Menarik dan sangat mengalir :D.

    22. ngeri ya baca berita kecelakaan kereta waktu itu hanya seling beberapa hari setelah aku mengkhatamkan ini baca selengkapnya di diannafi

    23. dipinjemin gieb.------seperti biasa, budi darma selalu menuliskan hal-hal biasa dengan cara yang luar biasa.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *