Biola Tak Berdawai

Biola Tak Berdawai Hati adalah sebuah ladang harapan yang tak terbatas dimana keajaiban terkadang bersemiTanpa dawai bagaimana biola bisa bersuara Biola bagaikan tubuh dan suara itulah jiwanya tetapi di sebelah manaka

  • Title: Biola Tak Berdawai
  • Author: Seno Gumira Ajidarma
  • ISBN: 9789799822901
  • Page: 147
  • Format: Paperback
  • Hati adalah sebuah ladang harapan yang tak terbatas, dimana keajaiban terkadang bersemiTanpa dawai bagaimana biola bisa bersuara Biola bagaikan tubuh, dan suara itulah jiwanya tetapi di sebelah manakah dawai dalam tubuh manusia yang membuat bicara Jiwa hanya bisa disuarakan lewat tubuh manusia, tetapi ketika tubuh manusia tidak mampu menjadi perantara yang mampu menHati adalah sebuah ladang harapan yang tak terbatas, dimana keajaiban terkadang bersemiTanpa dawai bagaimana biola bisa bersuara Biola bagaikan tubuh, dan suara itulah jiwanya tetapi di sebelah manakah dawai dalam tubuh manusia yang membuat bicara Jiwa hanya bisa disuarakan lewat tubuh manusia, tetapi ketika tubuh manusia tidak mampu menjadi perantara yang mampu menjelmakan jiwa, tubuh itu bagaikan biola tak berdawaimi anak anak tunadaksaBerdasarkan skenarion film karya Sekar Ayu Asmara

    One thought on “Biola Tak Berdawai”

    1. You know what?, I got this book as a gift/present. I got it from the distributor/marketer who tried to draw people's interrest by creating some quiz in one mailing list named "PASAR BUKU", in wich I was attached. Along with the book, I also got the CD contains movie version of this Indonesian original book. Well then, I concluded that the book itself is much.ch better the the movie.It is the story of a physically/mentally retarded boy/kid from his own point of view. The book is full of imaginati [...]

    2. dengan sudut pandang Dewa, seorang anak autis, aku jadi punya cara pandang lain mengenai ranah pikir anak-anak berkebutuhan khusus. walaupun ini bersifat subyektifnya SAA dan SGA.tapi deskripsi kasih sayang Renjani, kuatnya karakter tokoh Mbak Wid, dan 'diam'nya Dewa, berhasil mengaduk-aduk hati. dan ditambah bumbu romansa dengan kehadiran Bhisma yang aduh (bikin leleh), kisah BtB terasa manis sekaligus pahiti yang bikin aku menyesal juga belum tonton filmnya. :'(

    3. pertama baca sih, cuma karena penasarankok bisa seno gumira bikin novel dari film?? biasanya kan film yang diangkat dari noveldan setelah baca,ga perlu waktu lama buat jatuh cinta.s bangetterutama cara berceritanya.tiap satu bab diselingi dengan kisah wayang yang ceritanya punya kesamaan dengan tokoh di novel karya yang hebat!!!

    4. Udah kayak di dunia baru aja. Pikiran kita langsung fresh dikasih pandangan yang bener-bener seperti dari mereka yang kurang sempurna. Tapi hati kita juga seperti ditambah ruang lagi, yaitu ruang bagi mereka yang tak seperti kita dan kita yang tak seperti mereka.

    5. Biola Tak Berdawai bercerita dari sudut pandang seorang anak tunadaksa yang dari awal sampai akhir novel membuat saya berpikir berulang-ulang kali mengapa SGA memilih bocah cilik tunadaksa itu untuk menarasikan keseluruhan jalan cerita? Keadaan tunadaksa bocah tersebut diakibatkan kelainan pada sistem serebral (cerebral system). Apa SGA memilihnya karena seorang bocah cilik akan selalu bisa mengantarkan pesan macam-macam yang polos? Apa hal tersebut ditujukan untuk menggelitik hati pembaca? Apa [...]

    6. Tanpa dawai akankah biola dapat bersuara? Biola bagaikan tubuh, suara itulah jiwanya dan dawai bagaikan organ tubuhnya. Seperti inilah anak-anak tunadaksa diperumpamakan. Dia punya tubuh,punya alat indra, dan punya otak. Tetapi alat-alat tersebut tidak dapat berfungsi layaknya manusia normal. Anak itu adalah Dewa. Sebagai anak tunadaksa yang memiliki lebih dari satu cacat, dan salah satunya adalah tunawicara. Dewa dilahirkan dengan kelainan sistem peredaran darah yang membuatnya tidak berkemban [...]

    7. Saya tidak tahu apakah saya cukup objektif menulai buku ini. Dari sudut pandang perasaan saya pribadi buku ini benar-benar sukses mengocok, mengaduk-aduk hati dan pikiran saya. Lalu, patah hati berulang kali. Tapi kemudian membuat saya mendadak bangkit mencari kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya. Well, saya baru kali ini membaca tulisan beliau yang berupa novel, karena sebelumnya saya lebih sering membaca cerpen-cerpen Mas SGA lewat media koran, ataupun elektronik. Dan saya sangat suka. Mema [...]

    8. Buku Biola Tak Berdawai bercerita dari sudut pandang Dewa, seorang anak kecil penderita cacat mental yang ditampung Rinjani di rumah yang berfungsi sebagai panti asuhan. Mereka saling menyayangi bagai Ibu dan Anak. Rinjani dan Dewa kemudian bertemu dengan seorang pemain biola bernama Bhisma. Sang pemain biola jatuh cinta pada Rinjani. Meskipun ingin, Rinjani tak dapat membalas cinta Bhisma karena traumanya di masa lalu dan penyakit rahim yang dideritanya. Akhirnya Rinjani meninggal sebelum Bhism [...]

    9. judul:biola tak berdawaikarya:seno gumira ajidarmaBuku ini ditulis berdasarkan skenario dan film karya Sekar Ayu Asmara. Dengan cara pandang seorang anak tunadaksa (dengan banyak cacat yang diderita) bernama Dewa. Autistik, bisu, tubuh kecil yang tidak bisa berkembang, mata terbuka tapi tidak melihat, telinga yang bisa menangkap bunyi tapi tidak mendengar, jaringan otak yang rusak, leher yang selalu miring, kepala yang selalu tertunduk, wajah bagaikan anak genderuwo adalah gambaran dari anak itu [...]

    10. cerita tentang satu sisi kehidupan yg mungkin tidak banyak dipikirkan orang: tentang anak2 tunadaksa, yg terbuang/sengaja dibuang. yg mungkin, entah mmg karena ketidakpedulian kita, atau karena keadaan mereka yg tidak bisa menunjukkan keberadaannya, menjadi seringnya diabaikan/terabaikan.(29) "Aku hanya tdk bs menunjukkan diriku, karena tubuhku tdk berada utk membahasakan jiwaku. Mereka yg merasa tubuhnya sempurna berjuang sepanjang sejarah manusia utk memahami jiwa, namun jiwa hanya terbaca mel [...]

    11. Pertama kalinya saya membaca buku yang diadaptasi dari film, bukan sebaliknya. Awalnya, buku ini adalah salah satu bacaan wajib pelajaran Bhs. Indonesia ketika saya masih duduk di bangku SMP. Namun waktu itu saya tidak berhasil menamatkan buku ini karena merasa isinya ada yang terlalu vulgar untuk saya waktu itu. Sepuluh tahun kemudian, setelah membaca ulang, kesan saya terhadap buku ini sungguh berubah. Jujur saja, saya tidak pernah menonton filmnya jadi tidak dapat membandingkan. Namun, menuru [...]

    12. Akhirnya aku tahu, seperti apa saudara/i yang tundaksa. Karena Dewa (tokoh utama Biola Tak Berdawai). Tokoh utama yang berusaha membahasakan seperti apa kurang lebih tunadaksa itu. Memakai pembahasaan yang mudah dipahami, membuat setiap orang yang tak tahu seluk beluk tunadaksa menjadi lebih paham dan dekat dengan apa saja yang dialaminya.Yang terpenting, (pembaca) menjadi tahu bahwa meski tunadaksa, jiwanya tetap hidup.Penceritaan yang dibaurkan dengan kisah-kisah pewayangan membuat cerita Dewa [...]

    13. Judul : Biola Tak BerdawaiPengarang : Seno Gumira AjidarmaISBN : 9789799822901Penerbit : Buku yang menyadarkan kita bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Buku yang memotivasi kita untuk bangun dari tidur kita yang panjang. Anak-anak tunadaksa yang mempunyai semangat juang tinggi untuk menggapai cita-cita. Yang tidak menghiraukan dia mempunyai banyak kekurangan yang sangat mustahil bagi orang untuk meraih cita-cita yang tinggi.Tiada kata menyerah yang diucapkan oleh anak-anak tunadaks [...]

    14. novel yang ada di perpus sekolah dan akhirnya aku baca juga hehe. :DPas awal baca novel ini, enggak tahu kenapa aku ngerasa ngantuk dengan prolognya. Konfliknya sebenernya sih biasa aja dan enggak begitu heboh /ngebuming. Tapi nilai plus pada novel ini, terletak pada kepiawaian sang penulis meramu kata-kata sehingga menjadi komposisi yang sangat indah dan cantik ^_^penggunaan sudut pandangnya pun sangat pas dan begitu menjiwai selain kisahnya juga yang penuh dengan nilai-nilai kehidupan. Yang bi [...]

    15. Aku suka cara Mas Seno mengangkat tokoh perempuan dalam novel ini . Tokoh Renjani dan Mbak Wid sangat kuat. Tokoh Dewa sangat memukau dan tokoh Bisma selalu berhasil membuat aku luluh.Aku suka cara Mas Seno menganalogikan tokoh pewayangan Mahabarat dengan tokoh-tokoh dalam novel ini. Aku mengkaji banyak hal tentang novel ini dalam beberapa mata kuliah seperti mata kuliah Sastra Bandingan dan Sastra Wayang.Aku suka buku ini awalnya karena memang aku jatuh cinta pada penulisnya, tapi buku ini suks [...]

    16. Sempat berdarah-darah menganalisis novel ini menjadi sebentuk skripsi hahaGaya penceritaan Seno sangat indah di novel ini, saat pertama kita baca, kita tidak perlu bertanya, "Mengapa Dewa bisa sejenius itu, padahal ia tunadaksa?"Dan sekali lagi, gaya penceritaan dari Seno-lah yang membuat pembaca awam tidak menanyakan hal itu. Semuanya mengalir tanpa paksaan.Ini adalah novel adaptasi film yang terbaik di Indonesia!

    17. bacanya sudah lama sih, waktu SMA. baru sekarang ini ingat untuk masukinnya ke GR.ceritanya sih, berjalan amat lambat. tentang bocah autis. tentang perempuan2 yang main kartu tarotmmapalagi ya, yang bisa saya ingat dari novel adaptasi ini?

    18. buku ini buku-berdasarkan-skenario-film pertama yang saya baca. buku ini Menjadi menarik karena menceritakan kisah hidup dari sudut pandang anak tunadaksa, diselingi dengan cerita Mahabharata. Omong-omong, jadi pengen baca Mahabharata nih.

    19. Never get bored to re-read this book over and over and over. I have a habit to underline any deep and beautiful words on my book. But i just can't do that, simply every words are beautiful and deep. Really :)Or i'd underline almost 90% 😂

    20. berhubung ga nonton movienya, saya melihat novel adaptasi ini sebagai literatur, jadi mungkin impressionnya berbeda dengan orang2 lain yang sudah pernah menonton. menurut saya novel ini bagus dan cukup menyentuh. tapi mungkin review ini jadi berbeda kalau saya bisa akses movienya.

    21. Ada buku, ada filmnyaTidak seperti karya film yang kemudian sekedar dituangkan dalam transkripsi, atau dibuat novel dengan bahasa seadanya, Biola Tak Berdawai dikemas secara luar biasa.It really is much more satisfying than watching the movie!

    22. banyak sekali kutipan yang saya sukai di buku ini, tapi karena tak ditandai, jadi lupa di halaman berapa aja. ah!suatu saat akan saya baca ulang untuk mnulis kutipan dari buku ini! *tekad membara*

    23. satu-satunya karya SGA yang tidak menarik minatku untuk membacanya. entah kenapa ya? mungkin karena gue terlalu terpaku pada karya-karya SGA yang selalu unik, tidak diduga-duga. Jadi membaca yang satu ini, hati gue nggak tergelitik.

    24. terlalu banyak terpaku pd cerita wayangnya, plg tidak begitu menurut saya. tapi, SGA, seperti biasa, menuliskannya dengan ciamik.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *