Kisah Muram di Restoran Cepat Saji

Kisah Muram di Restoran Cepat Saji Mereka selalu tahu semboyan pelanggan adalah raja Sebuah semboyan yang mendunia membumi baik di restoran kaki lima sampai restoran mewah di hotel berbintang lima Ia pun melayani raja raja itu dengan

  • Title: Kisah Muram di Restoran Cepat Saji
  • Author: Bamby Cahyadi
  • ISBN: 9789792290806
  • Page: 460
  • Format: Paperback
  • Mereka selalu tahu semboyan pelanggan adalah raja Sebuah semboyan yang mendunia, membumi, baik di restoran kaki lima sampai restoran mewah di hotel berbintang lima Ia pun melayani raja raja itu dengan cekatan, cepat, dan tentu saja ramah Bukankah ia pelayan di sebuah restoran cepat saji Semua harus cepat dihidangkan, menu harus masih panas dan segar, kalau tidak, rajMereka selalu tahu semboyan pelanggan adalah raja Sebuah semboyan yang mendunia, membumi, baik di restoran kaki lima sampai restoran mewah di hotel berbintang lima Ia pun melayani raja raja itu dengan cekatan, cepat, dan tentu saja ramah Bukankah ia pelayan di sebuah restoran cepat saji Semua harus cepat dihidangkan, menu harus masih panas dan segar, kalau tidak, raja akan mengeluh dan marah Apabila raja mengeluh apalagi marah marah, maka manajernya akan memberikan sepucuk surat cinta bernama surat peringatan Mengerikan Sementara di Indonesia, orang mau makan suka kebingungan sendiri ketika sudah berada di depan meja kasir Mereka terlongo longo sambil bergumam, mau makan apa ya aku Mau makan saja bingung dan harus berpikir, bagaimana memikirkan negara yang makin korup Berpikir soal makan saja kelimpungan.Cerita Kisah Muram di Restoran Cepat Saji menampilkan potret mengejutkan dari balik dapur restoran yang selama ini tidak kita ketahui Bersama empat belas kisah lain, buku ini menampilkan karya Bamby Cahyadi dalam beragam tema juga gugatan penulis terhadap ketimpangan sosial yang terjadi di sekitar kita Kepiawaian Bamby memilih simbol dan memainkan imajinasi menunjukkan bahwa kisah kisah di buku ini tidak dimasak a la cepat saji namun telah dipersiapkan dengan matang.

    One thought on “Kisah Muram di Restoran Cepat Saji”

    1. Gak sesuai sama judulnya. Saya kira buku ini akan seperti buku Bokis-nya Mas Maman Suherman, yang menguak cerita muram selebritis tanah air. Pun harapan saya akan sama ketika saya membaca buku ini. Saya akan mendapati 'rahasia' tak terungkap restoran-restoran cepat saji yang gak banyak diketahui kebanyakan orang. Saya harus kecewa setelah baca sampe abis, ternyata cuma satu cerita yang berkaitan dengan judulnya. Itu pun ceritanya gak bikin saya surprize, udah biasa dilakukan kebanyakan karyawan [...]

    2. Nggak jelek, tapi juga nggak istimewa. Biasa banget. Cerita-cerita-biasa-saja begini biasanya saya kasih bintang tiga. Berkurangnya satu bintang dalam kumcer ini murni kontribusi dari cerita terakhir yang detailnya sangat kedodoran. Nggak logisnya bukan unsur realisme magis kayak cerpen-cerpen sebelumnya, tapi lebih terasa karena nggak teliti saja.

    3. Siapa tak kenal Bamby? (banyak juga sih yang tak kenal dia :D hihihi)KISAH MURAM, dari sebuah buku kumpulan cerpen yang cemerlang.

    4. Sangat jauh dari yang saya harapkan. saya pikir cerita dalam buku ini bercerita ttg gelapnya dunia kuliner atau apalah yang berhubungan dengan makanan, tapi ternyata jauh :') dan bodohnya sebelum membeli buku ini saya tidak menyempatkan diri untuk melihat reviewnya di , ternyata ini Kumcer, tadinya saya pikir ini novel, lol. Dan terakhir, walau saya masih pembaca kemarin sore, saya hanya bisa bilang kumcer dalam buku ini biasa saja, tidak ada yang wah dari 14 cerita yg ada. Ada sih beberapa ceri [...]

    5. "Mereka selalu tahu semboyan “pelanggan adalah raja”. Sebuah semboyan yang mendunia, membumi, baik di restoran kaki lima sampai restoran mewah di hotel berbintang lima. Ia pun melayani raja-raja itu dengan cekatan, cepat, dan tentu saja ramah. Bukankah ia pelayan di sebuah restoran cepat saji? Semua harus cepat dihidangkan, menu harus masih panas dan segar, kalau tidak, raja akan mengeluh dan marah. Apabila raja mengeluh apalagi marah-marah, maka manajernya akan memberikan sepucuk surat cint [...]

    6. Buku kumpulan cerpen yang sangat biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa dan menonjol yang membedakannya dari ribuan cerita pendek yang setiap minggu lahir di koran minggu. Kekecewaan saya setelah menamatkan kucer ini mungkin disebabkan ekspektasi saya yang terlalu tinggi. Saya menganggap buku kumcer yang biasa diterbitkan Gramedia selalu menyajikan cerita-cerita yang menarik, apalagi Bamby Cahyadi adalah cerpenis yang karyanya kerap kali tampil di Kompas atau Koran Minggu, yang menurut saya sel [...]

    7. 4 bintang!Ya ampun, aku suka banget cerpen-cerpen di kumcer ini.Mas Bamby bener-bener hebat ngajak aku main-main sama imajinasi.Aku sukaaaaa ♥Paling suka cerpen Lelaki yang Terperangkap dalam Prangko.Abis baca cerpen itu, aku langsung mantap kasih 4 bintang tanpa pikir-pikir lagi.Cerpen lainnya yang aku suka:-Pak Sobirin, Guru Mengaji-Angka Sepuluh-ObsesiYang aku suka dari kumcer ini tuh aku selalu nggak bisa nebak ending-nya (kecuali cerpen Parit).Kumcer ini bener-bener main imajinasi banget [...]

    8. menurut saya buku ini cukup menarik. setidaknya beberapa cerpen di dalamnya. yang paling saya suka adalah cerpen terakhir yang berjudul Perjamuan di Akhir Cerita. secara umum, cerpen-cerpen di dalamnya hanya bisa diingat sambil lalu. kurang berkesan, meski penulisnya punya cara bertutur yang nggak bikin bosen, tanpa beban begitu. saya mengira awalnya kalau cerpen-cerpen di dalam kumcer ini nggak jauh-jauh soal restoran cepat saji seperti yang dikatakan judulnya. ternyata nggak. ceritanya macem-m [...]

    9. Berisi tentang cerpen-cerpen yang memiliki cerita dengan penokohannya tersendiri yang menarik untuk dibaca. Penulis selalu memberikan kejutan-kejutan yang berbeda di setiap akhir cerpen yang ditulisnya. Sangat disayangkan cerpen yang berjudul sama dengan novel ini kurang begitu dalam untuk dieksplor. Terdapat kesamaan tema di beberapa cerpen seperti tentang korupsi atau bencana alam, keanehan yang menimpa manusia yang tiba-tiba menjadi batu atau es pun menarik untuk diperhatikan. Penulis cermat [...]

    10. entah kenapa saya dulu bisa menyisihkan buku ini di rak currently reading. padahal buku ini sudah masuk list sejak 18 juli. padahal setelah dibaca sekarang ternyata buku ini ga jelek kokngkin dulu mental saya belom siap kali, ya #halahso far, saya suka kok. cerpennya Om Bamby ini sederhana tapi cukup ngena. isu yang diangkat adalah isu sosial dan politik :D menarik

    11. Cerpen Lelaki Batu amanahnya jleb bener, tapi aku salut sama realisme magis yang ada di cerpen Boneka Menangis, kerasa banget. Cerpen utamanya sendiri yang jadi judul buku ini kurang lebih ngasih ciri khas Mas Bamby, emmm yang aku paling suka adalah cerpen Bila Senja Ingin Pulang, itu ceritanya anguish benerrrr, jadi inget cerpennya cerpenis Bandung di Republika yang judulnya Pulang.

    12. Tertarik membaca kumcer ini karena ada kasus plagiarisme cerpen "Kisah Muram di Restoran Cepat Saji". Tadinya gue pikir, cerpennya akan fantastis karena sampai diplagiasi. Ternyata, cerpennya biasa-biasa saja. Tidak ada yang menarik dengan cerpennya. Baik isi, diksi, gaya penulisannnya biasa saja. Begitu juga dengan cerpen lain. Tidak ada yang istimewa. Biasa-biasa saja.

    13. Unik, menohok, sedih, aneh, lugas, berani. Mungkin kata-kata itu yang bisa saya ucapkan jika ditanya tentang buku ini. Terdiri dari 15 cerita pendek, dengan kisah yang beda, dan di setiap cerita memiliki daya tarik sendiri. Keren!

    14. Sungguh penyegaran di antara genre yang biasa dibaca. Saya paling suka cerita "Angka Sepuluh" dan "Obsesi". Tentu yang paling 'nendang' adalah "Aku Bercerita dari Pesawat yang Sedang Terbang" dan "Tentang Mayat yang Sedang Tersenyum".

    15. Saya tau ada buku baru ini tapi nggak langsung pengen baca. Kebelet pengen baca karena awalnya penasaran dengan salah satu cerpennya yang sempet heboh karena kasus plagiasi itu :-PEeeh, ternyata emang keren juga beberapa cerita di dalamnya.

    16. I have always loved short story anthologies or collections of short stories. This particularly one is mind-boggling but still a good read. Highly recommended (^_^)

    17. Kumpulan cerpen yang menarik. Saya suka cerita-ceritanya karena memberi angin segar di saat kebanyakan buku karangan penulis Indonesia melulu soal cinta. Cerpen yang bikin kita berpikir.

    18. awalnya sederhana, tapi semakin ke belakang semakin rumit. Sedih saat dibaca tapi sulit dijelaskan rasanya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *