Cruise Chronicle

Cruise Chronicle Dahulu dia pernah bercerita Ada sebuah jalan setapak mistis yang membentang sejauh dua kilometer dan menghubungkan dua desa Konon jalan itu bisa membuktikan cinta sepasang kekasih Berjalanlah dari a

  • Title: Cruise Chronicle
  • Author: Ruwi Meita Ida Wajdi Jia Effendie Gita Ramayudha Fajar Ramayel Dwi Anissa Anindhika
  • ISBN: 9789797806682
  • Page: 461
  • Format: Paperback
  • Dahulu, dia pernah bercerita Ada sebuah jalan setapak mistis yang membentang sejauh dua kilometer dan menghubungkan dua desa Konon, jalan itu bisa membuktikan cinta sepasang kekasih Berjalanlah dari arah berlawanan dan bila kau setia, kau akan bertemu kekasihmu tepat di bawah sebuah pohon besar Dia berjanji, bahwa cinta kami begitu tulus hingga jalan setapak semacam iDahulu, dia pernah bercerita Ada sebuah jalan setapak mistis yang membentang sejauh dua kilometer dan menghubungkan dua desa Konon, jalan itu bisa membuktikan cinta sepasang kekasih Berjalanlah dari arah berlawanan dan bila kau setia, kau akan bertemu kekasihmu tepat di bawah sebuah pohon besar Dia berjanji, bahwa cinta kami begitu tulus hingga jalan setapak semacam itu tidak akan memisahkan kami Namun, kini dia tak lagi di sisiku, dan aku harus menahan perihnya patah hati Bagaimana bisa aku melupakannya, sementara ke mana pun aku pergi, dapat kuhidu aroma tubuhnya

    One thought on “Cruise Chronicle”

    1. Seorang cewek yang gak bisa move on 10 tahun yang lagi jalan-jalan ama saudaranya di kapal pesiar mengelilingi Eropa, tiba-tiba harus dipertemukan dengan kenyataan bahwa ada seseorang di kapal itu yang akan mengubah segalanya dalam hidupnya. Las Olas De Estrellas adalah nama kapal pesiar milik seorang miliuner asal Dubai yang dinaiki tokoh utama, ternyata dia adalah . Sedangkan Musha dan Sirens harus dipertemukan oleh takdir bahwa mereka akan saling mencinta, lalu apa hubungan mereka dengan si t [...]

    2. Sumpah, ini buku kurang ajar! Sialan! Bikin aku terdorong untuk segera menuntaskan ceritanya. Dan setelah tuntas, senyum puas melengkung lebar di wajahku. Meski cukup banyak tokoh yang dimunculkan, tidak membuat bingung. Tentang latar, terlihat sekali jika penulis melakukan riset yang mendalam. Keseluruhan buku ini memuaskan.

    3. Buku Ruwi Meita kedua.Ide nya tetap unik, saya diam-diam mulai suka gaya menulis Meita. Ceritanya juga mengalun sederhana, ga neko-neko tapi selalu menarik.

    4. aku suka sekali blurbnya:Dahulu, dia pernah bercerita: “Ada sebuah jalan setapak mistis yang membentang sejauh dua kilometer dan menghubungkan dua desa. Konon, jalan itu bisa membuktikan cinta sepasang kekasih. Berjalanlah dari arah berlawanan dan bila kau setia, kau akan bertemu kekasihmu tepat di bawah sebuah pohon besar.”Dia berjanji, bahwa cinta kami begitu tulus hingga jalan setapak semacam itu tidak akan memisahkan kami. Namun, kini dia tak lagi di sisiku, dan aku harus menahan perihny [...]

    5. 3.5 bintang.Asyik bacanya, tipikal novel perjalanan yang beda dengan kebanyakan novel metropop di negeri ini. (Walaupun bisa dibilang, novel ini sangat drama Hollywood.) Plotnya juga enak dinikmati, penulis pintar menyusun plot sehingga mengikuti kisahnya asyik dibawa lompat-lompat dari berbagai POV tokoh-tokohnya. Twist-nya nggak terlalu mengejutkan tapi itu nggak terlalu mengganggu; novel ini tetap nyaman dibaca.Suka perjalanan dengan kapalnya, deskripsi kota-kota yang dikunjungi, juga hubunga [...]

    6. Dua buku Ruwi Meita yang gue punya bergenre misteri dengan sedikit bumbu mistis. Tapi ternyata yang ini lain!Terkecoh dengan kata 'mistis' di blurb-nya, buku ini sama sekali tidak memiliki kesan itu. Ini adalah murni cerita romansa antara dua orang yang terpisah karena tidak direstui orang tua. Biasa dan kurang greget.Yang berkesan buat gue justru kisah Sirens dan Musha (tokoh pelengkap), terutama di hal.247 ketika Reya marahin Musha karena terlalu polos dan ga bisa menangkap sinyal dari Sirens. [...]

    7. Kelebihan cerita ini dibanding cerita yang lain adalah konsep ber­-setting kapal pesiar yang diangkat dan ditunjang dengan kisah dari 4 tokoh yang berbeda yang membuat cerita ini menjadi manis. Dalam cerita ini Gua Luweng Jaran yang berada di Pacitan disebutkan, sebagai warga asli Pacitan aku merasa tersanjung dengan hal seperti ini. Terimakasih Kak Ruwi telah menyebutkan Pacitan dalam cerita ini. Meskipun ada 4 tokoh dengan cerita yang berbeda kalian tidak usah bingung karena di sini kak Ruwi [...]

    8. Ini buku kedua karya Ruwi Meita yang saya baca. Berbeda dengan buku sebelumnya yang berjudul, Ruma Lebah, saya menemukan beberapa kerumitan dalam buku ini. Ya, buku ini penuh teka-teki hingga terbongkar satu persatu pada setiap babnya.Membuka bab awal buku ini, saya disuguhkan dengan sketsa unik soal kapal pesiar (saya lupa tepatnya di kota mana). Keindahan sketsa itu sontak membuat saya membayangkan rasanya naik kapal pesiar keliling eropa. Perjalanan inilah yang dirasakan Reya dan Vini, berkel [...]

    9. C R U I S E C H R O N I C L EReya, pimpinan redaksi majalah perempuan yang mendapat hadiah dari klien parfum sepasang tiket berlayar dengan kapal pesiar yang mewah (lupa namanya) dan keliling eropa. Sayangnya, karena singel alias jomblo, Reya pergi bersama sepupunya, Vini. Reya berharap perjalanannya di kapal ini dapat membantunya untuk move on dari Langit, kekasihnya yang menghilang sepuluh tahun silam. Hamid Khan, putra angkat Emir Khan pengusaha sukses dari Dubai yang berhasil mengembangkan s [...]

    10. Yang nggak suka sama buku ini biasanya pembaca selera pasar, yang biasa baca roman picisan macem cinta-cintaan dengan latar belakang luar negeri getuh dah, dengan tokoh cowok yang maha sempurnablablabla. Because this book not klise like that!!!Ini merupakan salah satu novel romance fiksi terbaik dan amat sangat nggak kampungan dan murahan seperti romance penulis lokal lainnya. Setiap tokoh membawa plot masing-masing yang nantinya akan bersatu dalam satu plot cerita. Penokohan yang kuat karena se [...]

    11. Pertama kali liat buku ini di gramed dan liat cover serta baca sinopsisnya, gue langsung menyatakan buku ini sebagai "buku yang harus gue baca". Rasanya langsung pingin ke kasir sambil bawa buku ini dan bawa pulang buku ini dengan bahagia, tapi *rogoh kantong* *ternyata cuma ada gope* *harganya goban* *Dengan berat hati naro lagi buku ini di rak.*Beberapa hari kemudian, dateng ke gramed abis kerja kelompok dan ternyata ada yang plastiknya kebuka. Langsung deh, ngambil buku ini dan duduk di kursi [...]

    12. Seperti nggak menemukan kekurangan satupun dari novel ini. Dari awal sampe akhir aku bener2 gabisa nutup novel ini, setiap halamannya selalu bikin penasaran. Novel ini jenis novel yg memaksa pembaca untuk menyelesaikannya hari itu juga. Suka banget sama ceritanya. Seperti yg pernah dikatakan penulisnya, kak ruwi meita emg ngga mementingan susah engganya ending ditebak. Tapi proses nya itu. Endingnya emg mudah ditebak, tapi proses nya itu loh, aduh salut banget deh. Risetnya ngga main2. Aku mungk [...]

    13. dua bintang bukan berarti buruk. masih dalam kategori toleransi. enak dibaca, perpindahan povnya juga jelas, walaupun terlalu banyak tokoh di dalamnyaak lebay sih menurutku, terutama cerita kehidupan hamid khan. tapi ya sudahlah di dunia ini apa sih yang nggak mungkin terjadi? baik buruk sudah jadi ketetapan Allah. *benerin jilbab*semula aku kesengsem sama mushashi bima (sumpah namanya keren banget!), yang karakternya gagah dan kuat, yang aku bayangin dia kayak ah lupa namanya tapi akhirnya down [...]

    14. Ini novel unik banget!Ceritanya itu tidak klise. Penuh dengan tanda tanya, dan ketika menyelesaikannya rasanya puassssInti ceritanya tentang seorang bernama Reya dan Sepupunya (kalau gak salah. Udah lupa, hehe) yang liburan di kapar pesiar gituKelebihannya, si penulis bisa membuat gaya bahasa yang nyaman untuk dibaca, lalu ide - ide ceritanya itu yang out of the box, meskipun mungkin aku ragu kalau di dunia nyata hal itu bisa terjadi.Tapi kenapa aku cuma kasih 4 bintang. Mungkin, karena ada bagi [...]

    15. 3.5 stars.Rahang ini selalu bergerak saat kamu geram. Mata ini selalu menyipit kala kamu sangsi dan bibir ini selalu terkatup saat kamu serius. Aku menghapalnya deperti aku menghapal lagu. Dan jika syair lagu itu berubah, maka aku tak akan mengenali lagu itu lagi. (Hal. 270).Terkesan dengan plot yang disajikan Mbak Ruwi. Teramat rapi. Juga riset mengenai kapal pesiar megah dan kehidupan di dalamnya yang luar biasa. Tak hanya itu, latar Eropanya bukan tempelan semata. Namun, bahasa dalam dialog s [...]

    16. Akhirnya kesampean juga baca novel ini huhuhu.Karena banyak yang merekomendasikan dan bilang kalau novel ini bagus, saya jadi penasaran dan akhirnya baca juga.Uhm, yah memang awalnya plotnya kayak udah kebayang banget bakal gimana, walaupun tema dan ide cerita yang diangkat memang beda dari yang lain dan bagus. Tapi, yah itu, jadi pas awal baca agak gimana gitu hehe. Tapi saya senang dengan kejutan-kejutan yang terjadi wehehehe.Alur dan penjelasannya rapih. Bahasa yang digunakan juga mudah dipah [...]

    17. Ruwi Meita adalah salah satu penulis lokal yang sangat saya kagumi dari mulai ide hingga gaya penulisannya. Saya benar-benar terpaku dengan novel Rumah Lebah nya hingga membuat saya membaca Cruise Chronicle karena penasaran dengan tulisan-tulisannya yang lain. Lagi-lagi saya tidak kecewa karena Ruwi Meita selalu punya alur cerita yang tidak mudah ditebak dan membuat saya tak sabar untuk terus membuka lembaran demi lembaran novel ini.

    18. Membaca buku ini seperti berada diatas kapal pesiar yang berlayar.Perlahan.Perlahan.Blam. AAAA I LOVE LANGIT ! *seketika fangirling*Plot novel ini awalnya seperti mudah ditebak. Tapi ternyata tidak juga. Penulis membawa pembacanya perlahan-lahan, dinamis, berentetan. Gak ada yang terburu-buru. Seting tempatnya juga bagus.Ya pokoknya, pelukcium Langit,deh /gagalfokus/

    19. Ceritanya manis. Suka banget.Setiap tokoh memiliki porsi tersendiri dalam ceritanya.Baper banget sama kapal pesiarnya. Asyik juga berlibur di atas kapal pesiar.Gak kalah keren sama novel misterinya.Rekomen banget buat kamu.Untuk review mampir ke sini ya hotarubookstory

    20. Review selengkapnya : bookishstory.wordpress/20aku suka dengan twist di dalam buku ini. juga suka dengan detail ceritanya, bikin aku mudah membayangkan settingnya.

    21. Ceritanya unik, bikin penasaran sampai bisa dibaca dalam sekali duduk. Banyak sekali yang bisa terjadi dalam sebuah perjalanan dengan kapal pesiar. Penulisnya keren banget lah bisa mengemasnya dengan baik.

    22. Kisah dengan setting yang keren. Tapi, kalau boleh jujur, saya lebih suka karya Ruwi yang pertama (Rumah Lebah). Di sini saya merasa konfliknya agak tertutup sama kerennya setting dan detail serta terlalu banyak karakter.Eniwei, tetep keren dan harus baca kok :)!

    23. A bit bored at the beginning. Sorry to say but ceritanya kayak sinetron dan saya ga suka sinetron. Tapi selebihnya, i like. Part dimana surprise dan kebenaran terungkap, dan itu adalah yang paling saya suka. Karena tebakan saya untuk suatu novel mainstream romance kali ini ga ketebak dengan mudah.

    24. ide cerita yang fresh, unik & menarikgak sekedar cerita romance biasa, tapi dibumbui dengan kisah perjalanan keliling eropa, fantasi, cerita rakyat TOP dehlebih interest sama kisahnya Musahshi & Sirens need mmore stories bout them though

    25. Ahhh Novel ini menjadi salah satu novel favorit saya.Ide ceritanya yang menarik, Plotnya yg gabisa ketebak, pokoknya the best dehLANGIT I LOVE YOU

    26. Lima bintang buat buku ini. Alur yang tak pernah gue pikirkan sebelumnya dan jarang berada di imajinasi gue

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *