Lintang Kemukus Dini Hari

Lintang Kemukus Dini Hari Buku kedua seri Dukuh Paruk Kepergian Rasus yang tanpa pamit memberikan luka tersendiri bagi Srintil Ia merasa telah ditolak oleh lelaki yang dicintainya Seiring waktu ketenaran Srintil sebagai seora

  • Title: Lintang Kemukus Dini Hari
  • Author: Ahmad Tohari
  • ISBN: null
  • Page: 305
  • Format: Paperback
  • Buku kedua seri Dukuh Paruk.Kepergian Rasus yang tanpa pamit memberikan luka tersendiri bagi Srintil Ia merasa telah ditolak oleh lelaki yang dicintainya Seiring waktu, ketenaran Srintil sebagai seorang ronggeng mencapai puncaknya Parasnya yang ayu serta kekenesannya membuat bayarannya menjadi lebih mahal Di puncak segala ketenaran itu, Srintil merasa kosong LayaknyaBuku kedua seri Dukuh Paruk.Kepergian Rasus yang tanpa pamit memberikan luka tersendiri bagi Srintil Ia merasa telah ditolak oleh lelaki yang dicintainya Seiring waktu, ketenaran Srintil sebagai seorang ronggeng mencapai puncaknya Parasnya yang ayu serta kekenesannya membuat bayarannya menjadi lebih mahal Di puncak segala ketenaran itu, Srintil merasa kosong Layaknya seorang wanita, ia menginginkan suami serta anak Namun sebagai ronggeng, hal tersebut jelas dilarang Lebih dari itu, ia tidak dapat melupakan Rasus.Kekosongan itulah yang membuatnya jarang naik pentas lagi Ia merasa tidak memiliki gairah untuk meronggeng, justru keinginanya untuk hidup berumah tangga bersuami serta memiliki anak, selalu mengganggunya Hal itu pula yang membuatnya menyayangi Goder, seorang anak kecil yang mampu membuatnya damai Keadaan itu terus berlangsung, membuat Srintil jarang pentas dan tak mau lagi melayani lelaki.Hingga suatu hari datanglah undangan untuk pentas di acara tujuh belas agustusan yang dilaksanakan di kecamatan Srintil jelas menolak tawaran itu, namun dengan sedikit ancaman mengenai keselamatannya dan keselamatan warga Dukuh Paruk, ia ragu juga Demi mendapatkan keputusan yang benar, ia berkeliling kampung, lalu berhenti begitu saja di depan rumah Sakum Ketika ia melihat betapa susahnya hidup Sakum itulah hatinya benar benar luruh Sudah ia putuskan ia tak akan menolak tawaran itu Dari situlah kemudian Srintil tak pernah lagi menolak tawaran pentas, namun untuk melayani lelaki ia tak mau Ia kini telah menjelma menjadi wanita dewasa yang bermartabat.

    One thought on “Lintang Kemukus Dini Hari”

    1. Minggu dalam serangkaian trilogi Dukuh Paruk. Minggunya Ahmad Tohari. Membaca ini, saya sampai harus mencari arti beberapa kata atau istilah, yang tentunya berasal dari bahasa daerah. Agak kurang ngerti, tapi sedikitpun tidak mengurangi kekaguman saya terhadap novel ini. Ya, saya terkagum2 sama detail alam yang menyertai narasi buku ini. -----Srintil, ditinggal Rasus dengan cara yang paling menyakitkan. Tapi dalam perjalanan waktu, rasa sakit itu menuntunya pada sebuah harga diri dan martabat se [...]

    2. Srintil Aku ditinggal pergi oleh RasusAku anak Dukuh Parukyang mengangkatku menjadi wanita istimewa: Ronggeng. Aku yatim piatu sama seperti Rasus, ayahku adalah pembuat tempe bongkrek beracun yang menyebabkan warga Dukuh Paruk harus kehilangan beberapa anggota keluarga mereka. Hidup dengan Kakek dan Nenek.Aku mengenal dua citra wajah lelaki. Wajah pertama adalah laki-laki jenis lembu jantan seperti kebanyakan mereka yang datang kepadaku. Mereka mendengus dan menggeram seperti macan berhasil mene [...]

    3. " Srintil masih menyambung mimpi setelah menempuh malam yang paling berkesan bersama Rasus. Seberkas sinar matahari menembus dinding bambu, lurus seperti kristal maya jatuh di pipi Srintil. Lingkaran terang yang hanya seluas uang logam mampu menyingkap rona hidup di pipi ronggeng Dukuh Paruk itu. Rambutnya yang hitam, meskipun begitu kusut, memantulkan kilau yang lembut. Ketika rona terang itu akhirnya bergerak ke arah mata, Srintil berada dalam batas jaga. Irama napasnya mulai tak teratur, bulu [...]

    4. wuihr2 minggunya ahmad tohari deh.ah ronggeng dukuh paruk nya begitu mempesona, sekuel kedua dari trilogi ronggeng dukuh paruk tak kalah mengesankanemendous et fascinoscum.di buku pertama Ahmad Tohari banyak menyinggung tokoh Rasus, maka di buku ini tokoh Srintil, ronggeng dari dukuh paruk menjadi figur sentral,tentang mana dia menjadi seorang perempuan, remaja, gadis dan ide tentang seorang ibu khas dengan pendekatan banyumas bener2 kenabuah cerita berlatar masa revolusi 1964-1966, seperti yang [...]

    5. (view spoiler)[:cry :cry :cry :cryOh Gusti, teganya Rasus meninggalkan Srintil.Benar-benar diluar dugaan. Aku seperti benar-benar menjadi warga dukuh paruk, mencintai ibu kandungku dengan setiap tetes darah, hembusan nafasku adalah pernyataan cinta untuknya.This book got so damn.Cara penyampaian Ahmad Tohari bener-bener buat aku merinding, setiap paragraf yang berisi keterangan tempat, suasana ataupun waktu bener-bener luar biasa, saking lugasnya aku udah merasa ngelihat langsung aktivitas warga [...]

    6. Gak ada keragu-raguan untuk saya sehabis melahap buku ini untuk memberikan 5 bintang untuk karya ini. Semua rasanya nyata dan rasanya menyakitkan.Srintil harus merelakan kepergian Rasus yang akan menjadi tentara setelah melewatkan malam yang berkesan bersamanya. Srintil begitu terpukul dan begitu sakitnya, hingga ia menolak me-ronggeng lagi. Ia merasa hatinya hilang terbawa Rasus yang pergi entah kemana. Setiap hari hanya dihabiskan Srintil untuk merenung dan merenung, mengapa Rasus meninggalkan [...]

    7. Di sini sepenuhnya dr sudut pandang Srintil. Pendewasaan dirinya dr ronggeng bocah yg disetir dukun ronggengnya, hingga mjd ronggeng yg punya mau dan martabat(?) tinggi. Cerita diawali dengan kepergian Rasus yg menorehkan luka yg sangat dalam di hati Srintil, bahkan sempat membuatnya emoh meronggeng lagi. Selain itu nalurinya sebagai wanita, membuatnya merindukan anak yg dapat disayanginya sepenuh hati. Sesuatu yg tampaknya tak mungkin dimilikinya.Beberapa kejadian di cerita ini membuat tokoh Sr [...]

    8. Setelah membacanya, saya mengerti kenapa Ahmad Tohari sampai perlu merangkai karyanya ini dalam bentuk trilogi. Gaya bertutur naratif-deskriptif pada lingkungan alam sekitar adalah hal akrab yg menjadi unik pada pengarang dalam karyanya, tapi dlm pandangan saya itu membosankan. Sebab, kalimat awal dengan kalimat akhir yg menghubungkan alur cerita terdapat interval yg cukup jauh. Sehingga, tak jarang saya terjebak hanya dlm penggambaran suasana alam.Dalam pada segi individual, muatan dan pelajara [...]

    9. Sungguh mengesalkan ketika pad akhirnya saya tahu bahwa versi novel yg saya baca tidak sama dengan yang dibaca orang lain, karena ternyata novel yg saya baca sudah disensor oleh pemerintah orde baru. Hal ini mengindikasikan begitu berbahayanya novel ini untuk dibaca kala itu (walau padahal saya membacanya tahun 2000an). Kejujuran yang diberikan novel ini tentang kekejaman penguasa melalui aparatur negaranya, mungkin dianggap mengancam 'mitos orde baru yang tanpa cela' sehingga tidak ada pilihan [...]

    10. Dukuh Paruk terluka oleh kekerasan. Rumah dibakar oleh sekelompok tak dikenal. Bocah-bocah desa terkencing melihat bedil yang disandang. Makam Ki Secamenggala pun enggan dijamah pada hari pasaran jawa. Lebih sepi di Dukuh Paruk dari hari kemarin. Ronggeng dilarang pemerintah karena bersangkut dengan PKI. Penduduk sana kembali makan tiwul berlauk belalang dan jangkrik. Revolusi, entah ke kanan atau ke kiri tak mengubah nasib Dukuh Paruk. Kekumuhan disana makin menjadi ketika banyak orang proyek d [...]

    11. Bahasanyaa indaaah. Itu yang langsung terasa abis baca karya2 Tohari. Beliau adalah orang dengan tulisan yang tidak membosankan meski sedang mendeskripsikan keadaan alam (yang biasanya bikin bosan kalo penulis lain)Tinggal nunggu waktu yang pas utk membaca lanjutannya!Dan Srintil, aaaaaa saya suka bagian Srintil pas jadi gowok. Ide ceritanya pas di bagian situ bagus!Lalu dari pengamatan saya, penulis memberi masalah yang datang bertubi (atau ini adalah sumber lakon cerita) dan pada tiap-tiap per [...]

    12. Waktu baca buku ini, aku masih berada di sekolah dasar. Iiih Sok sekali bacaannya yang kayak gini! :-p Sebenarnya sih, bacanya karena udah keburu kejebak dgn Ronggeng Dukuh Paruk Entah apa yang bikin aku keukeuh baca Lintang Kemukus Dinihari padahal sudah jelas-jelas banyakan nggak ngertinya Dasar kepala batu!Jadi silakan masuk ke daftar wishlist baca ulang-ku, Lintang Kemukus Dinihari!

    13. Kelanjutan dari Ronggeng Dukuh Paruk: catatan buat Emak. Bagian ini memfokuskan cerita pada Srintil. Budaya, tradisi Jawa yang kental masih mewarnai jalan cerita, begitu pula dengan kehidupan desa dengan deskripsi alam yang memukau. Pergolakan politik tahun 1965 ikut ambil bagian di dalam latar cerita. Secara keseluruhan saya lebih menyukai bagian ini daripada bagian pertama, karena terkesan lebih detil dan eksplorasi karakter dan emosinya lebih mengena.

    14. Ini kelanjutan cerita trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Srintil ditengah kejayaannya sebagai ronggeng yang termashur sampai keluar Dukuh Paruk, mulai mempertanyakan perannya sebagai ronggeng. Konflik batin dan sosial dikonstruksi secara mendalam dan apik oleh Ahmad Tohari, menyajikan kisah pergolakan batin yang sangat luar biasa. Apalagi Rasus, yang merupakan lelaki harapan Srintil, telah meninggalkan Dukuh Paruk dan menjadi seorang tentara yang gagah berani di kecamatan tetangga, Dawean.

    15. Dukuh Paruk dikaitkan dengan PKI lalu habis dibakar massa. Tragis. Ketulusan sekaligus kebodohan warganya menjadi bumerang. Majas personifikasi masih mendominasi isi buku. Demikian pula dengan alur yang berjalan lambat. Seperti biasa penulis sangat lihai memainkan detil alam. Walau terkadang menjadikan saya tidak sabar untuk melihat halaman selanjutnya karena penasaran dengan jalan cerita Srintil selaku tokoh utama.

    16. buku kedua dari trilogi rongkeng dukuh parukmembacanya saja sudah membuat sering menarik nafaskehidupan srintil berubah banyak, hanya karena ia hidup di masa 'palu arit' menjadi salah satu yang populerdan ya, srintil akhirnya menemukan cinta sejatinyacinta sejati yang sayangnya tidak pernah sempat ia reguk lantaran hidupanya telah habis direguk dunia

    17. Previously Rasuskarang Srintil si Ronggengdari novel ini tau beberapa hal1. Kalo diguna2 supaya pisah/putus dari pasangan yang dicintai kencingin (benda yang sudah dimantrai) guna2nya bakal terpatahkan2. Tarian ronggeng = erotis3. tradisi gowok.pura2 jadi manten2an semacam belajar jadi suami istri tapi bukan suami istri tapi betulan begitu2annya (masak2an, tidur2an, dll)

    18. Buku kedua dari trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. menceritakan tentang kehidupan Srintil, yang beranjak dewasa, hingga menjalani peran sebagai ibu. Kehidupan sebagai ronggeng di sekitar tahun 1965. "lintang kemukus dini hari" dipercayai masyarakat sekitar sebagai tanda yang kurang baik. Pada saat itu ronggeng mulai dikaitkan dengan intrik politik (saat terjadinya pemberontakan G30S PKI).

    19. Ahmad Tohari adalah seorang pemerhati alam. Deskripsi beliau tentang suasana yg melatar belakangi ceritanya sangat juara! Jadi kepikiran, burung celepuk, sikatan, keket, bluwak, trinil, kacer, cabak, branjangan, hahayaman dan masih banyak lagi di novel iniapakah masih ada ato udah punah ya? :D

    20. Classical story of Indonesian behind. Mainstream, but the end is out of my expectation. Rasus benar-benar hilang dari Dukuh Paruk dan akhirnya Dukuh Paruk yang lenyap akibat kepentingan politik sekelompok orang. Background sekitar tahun 1964.

    21. ini buku kedua dari Trilogi, setelah Ronggeng Dukuh Paruk. terus terang agak kecewa dengan buku kedua ini, meskipun masih bagus. hanya buku pertama lebih bagus.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *