Di Tanah Lada

Di Tanah Lada Namanya Salva Panggilannya Ava Namun papanya memanggil dia Saliva atau ludah karena menganggapnya tidak berguna Ava sekeluarga pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal Kakek Kia ayahnya Papa

  • Title: Di Tanah Lada
  • Author: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
  • ISBN: 9786020318967
  • Page: 201
  • Format: Paperback
  • Namanya Salva Panggilannya Ava Namun papanya memanggil dia Saliva atau ludah karena menganggapnya tidak berguna Ava sekeluarga pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal Kakek Kia, ayahnya Papa, pernah memberi Ava kamus sebagai hadiah ulang tahun yang ketiga Sejak itu Ava menjadi anak yang pintar berbahasa Indonesia Sayangnya, kebanyakan orang dewasa lebih mengNamanya Salva Panggilannya Ava Namun papanya memanggil dia Saliva atau ludah karena menganggapnya tidak berguna Ava sekeluarga pindah ke Rusun Nero setelah Kakek Kia meninggal Kakek Kia, ayahnya Papa, pernah memberi Ava kamus sebagai hadiah ulang tahun yang ketiga Sejak itu Ava menjadi anak yang pintar berbahasa Indonesia Sayangnya, kebanyakan orang dewasa lebih menganggap penting anak yang pintar berbahasa Inggris Setelah pindah ke Rusun Nero, Ava bertemu dengan anak laki laki bernama P Iya, namanya hanya terdiri dari satu huruf P Dari pertemuan itulah, petualangan Ava dan P bermula hingga sampai pada akhir yang mengejutkan.Ditulis dengan alur yang penuh kejutan dan gaya bercerita yang unik, sudah selayaknya para juri sayembara memilih novel Di Tanah Lada sebagai salah satu juaranya.

    One thought on “Di Tanah Lada”

    1. Ya Gustiii Ini cerita sedih banget yak! Dan kenapa pula saya suka sama cerita-cerita sedih macem gini.Maaf reviewnya dibuka seperti ini karena saya sesungguhnya masih baper.Kenyataan memang seringkali jauh dari indahnya cerita dalam dongeng. Namun di mata seorang anak 6 tahun seperti Ava, anak perempuan yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini, bisa jadi kepahitan dan kegetiran tersebut diceritakan sebagai kondisi biasa. Hal itulah yang membuat membaca buku ini membawa efek geram.Ava memiliki s [...]

    2. Salah satu gaya bercerita yang tidak terlalu saya sukai adalah gaya bercerita dari sudut pandang orang pertama. Apalagi jika kemudian si penulis terlalu berlebihan dalam mengeksplor isi hati si tokoh utamanya, sehingga membuat saya gregetan dan ingin melempar bukunya. Ini misalnya seperti ketika saya membaca Mockingjay atau novel-novel Metropop yang terlalu cantik-tampan-jelita atau terlalu bling-bling. Namun, saya tidak memiliki masalah jika meskipun si penulis bercerita dengan sudut pandang or [...]

    3. Tanah Lada [kb.] : Tanah yang menumbuhkan kebahagiaan (hal.217)Salva adalah seorang anak kecil yang pintar. Di usianya yang ketiga, Kakek Kia (kakeknya) memberikan sebuah kamus bahasa Indonesia padanya agar dia bisa berbahasa dengan baik dan benar. Sejak itu, Salva selalu mencari arti dari kata-kata yang didengarnya di kamus untuk menambah kekayaan pengetahuannya.Salva tinggal bersama Papa dan Mamanya. Papanya orang jahat, dia selalu memarahi Salva dan memukulnya dengan sisir. Papanya tidak suka [...]

    4. Buku ini mengangkat kisah tentang isu kekerasan dalam rumah tangga yang diceritakan melalui kacamata seorang anak perempuan berusia enam tahun bernama Ava. Berawal dari kepindahan keluarganya ke Rusun Nero, Ava bertemu seorang bocah lelaki berusia sepuluh tahun bernama P. Mereka lalu berbincang-bincang, menemukan fakta bahwa mereka ternyata memiliki nasib yang sama, kemudian berteman dan melakukan sebuah petualangan.Well, sejujurnya yang membuat saya tertarik membaca buku ini adalah gelar pemena [...]

    5. Wow, aku jatuh cinta dengan tulisan Ziggy. Setelah membaca 3 karyanya, aku rasa aku akan mencari novel karya Ziggy lainnya, karena tulisannya itu menghipnotis dan membuatku terus penasaran untuk membacanya.Seperti saat membaca Di Tanah Lada, gak menyangka aku akan begitu hanyut dengan kisah Ava. Wow, gak menyangka seorang anak kecil berumur 6 tahun punya pemikiran yang luar biasa seperti Ava. Tapi jujur aku jatuh simpati dengannya dan ingin sekali memeluknya. Bayangkan saja, terlahir di tengah k [...]

    6. “Jadi, semua orang adalah satu orang. Kata Mas Alri, makanya setiap kamu melukai orang, kamu melukai diri sendiri juga. Dan, setiap kamu membuat orang senang, kamu membuat kamu sendiri senang.” –Di Tanah Lada, hlm. 141Hari Rabu tanggal 26 Juni 2013 kakek Kia meninggal. Salva—yang lebih sering dipanggil Ava—sekeluarga pindah ke Rusun Reno. Mama menangis, tapi tidak dengan Papa. Entah gerangan apa yang membuat Papa bahagia. Katanya ia kaya.Rusun Reno bukan tempat yang elok seperti rumahn [...]

    7. Ava adalah seorang anak kecil yang harus mengalami masa kanak-kanaknya dengan tragis.Dia memiliki seorang ayah yang jahat. Kehidupannya berubah saat Kakek Kia meninggal.Ava bersama kedua orangtuanya pindah ke sebuah rusun yang cukup menyeramkan.Rusunnya jelek, kumuh bahkan cenderung tidak terawat. Ava harus terpaksa tinggal disana. Karena Ayahnya ingin menghambur-hamburkan uang warisan Kakak Ava.Ava bahkan tidak punya kasur di rusun baru itu. Kehidupan kanak-kanak menjadi terbatas. Menurut Ava, [...]

    8. Aku menangis karena orang dewasa tidak mengerti apa-apa. - hlm. 92Aku tahu buku ini tahun 2015, tapi baru sempat/menyempatkan diri/mendapatkan kesempatan untuk membacanya sekarang, tahun 2018. Kisah ini dimulai dengan kematian Kakek Kia, kakeknya Ava yang baik hati dan membekalinya dengan sebuah kamus (Bahasa Indonesia). Kepergian sang kakek mengubah hidup Ava habis-habisan. Ia kini harus tinggal di Rusun Nero yang gelap, banyak kecoa, banyak hantu, dan bisa roboh kapan saja. Namun, di tempat it [...]

    9. Warning : Kekerasan dan Bunuh Diri.Bagi kalian yg nggak masalah dengan tema di atas, aku rekomendasikan untuk baca buku ini. Sedangkan bagi yg kurang suka dengan tema2 tersebut, aku sarankan sih skip saja. Penulis sendiri menyajikan ceritanya dari POV anak berumur 6 tahun, Ava (karakter utama buku ini). Berhasil? mungkin, karna terkadang dia berpikiran polos dan di beberapa kesempatan jg prmikirannya sangat mendalam. Yang aku sukai dari karakter Ava ini adalah caranya mengambil kesimpulan, unik [...]

    10. aku agak kecewa buku ini ternyata tidak terasa sastranya. padahal ini juara kedua sayembara menulis novel dkj. meski begitu apa yang ditawarkan penulis adalah cerita yang cukup menarik. yaitu tentang dunia dan segala kegetiran dan kemasygulan yang terjadi di dalamnya berdasarkan penuturan seorang anak perempuan bernama Ava, berusia enam tahun dan seorang teman--anak laki-laki bernama P--yang dijumpainya di Rusun Nero (tempat tinggal kumuh saat Ava dan keluarganya pindah dari rumah mereka yang la [...]

    11. Seperti halnya Salva, saya juga pernah dihadiahi kamus saku bahasa inggris berukuran kecil tapi tebal bukan main yang bila dipakai untuk menyambit kepala orang. Saya selalu membawa kamus itu kemana-mana sampai lembar pada halaman huruf "L" banyak yang tidak sengaja robek karena sering saya buka dan akhirnya membuat saya mau tak mau harus hapal beberapa arti kata bahasa inggris yang berawalan huruf L.Buku ini bagus. Saya suka bagaimana mbak Ziggy mengambil sudut pandang dari sosok anak kecil, Sal [...]

    12. 887 - 2016Bintangnya kukurangi karena narasinya terlalu dewasa untuk POV anak-anak. Agak aneh saja gitu. Mendingan dijadikan POV orang ketiga saja sekalian.Twist endingnya tak terduga sih.#beli dan baca buku ini karena tergelitik komen teman di grup wa

    13. ** Books 150 - 2016 **3,8 dari 5 bintang! "Jadilah anak kecil barang sebentar lagi. Lebih lama lagi. Bacalah banyak buku tanpa mengerti artinya. Bermainlah tanpa takut sakit. Tonton televisi tanpa takut jadi bodoh. Bermanja-manjalah tanpa takut dibenci. Makanlah tanpa takut gendut. Percayalah tanpa takut kecewa. Sayangilah orang tanpa takut dikhianati. Hanya sekarang (di masa anak-anak) kamu bisa mendapatkan semua itu. Rugi, kalau kamu tidak memanfaatkan saat-saat ini untuk hidup tanpa rasa taku [...]

    14. Sebenarnya agak sulit menyimpulkan premis Di Tanah Lada, tapi kira-kira begini: Seorang gadis berumur 6 tahun bernama Salva, yang sangat membenci papanya, bertemu dengan bocah laki-laki bernama P, lalu memulai petualangan. Pertama baca, karakter Salva di sini mengingatkanku ke tokoh bernama Christopher Boone di novel Insiden Anjing. Bedanya, Boone suka meracau karena ia mengidap sindrom asperger, sedangkan Salva di sini meracau karena terlalu mahfuz dengan kamus bahasa Indonesia yang selalu diba [...]

    15. Salva sangat menyukai kamus bahasa Indonesia. Setiap kata baru yang ditemukan/didengarnya akan dicari di kamus hadiah Kakek Kia. Kesenangan yang agak aneh untuk bocah berumur 6 tahun. Tapi, sisi inilah yang membuat cerita menarik. Nalar Salva dalam mengartikan kata seperti permainan menantang logika.Ulasan selengkapnya diDi Tanah Lada

    16. Mengikuti pemikiran anak-anak yang absurd ini menyenangkan, lucu, miris dan sedih sekaligus. Akhirnya tahu kenapa novel ini diberi judul "Di Tanah Lada".

    17. "Yang bikin Mas sedih soal kamu dan dia," kata Mas Alri pelan-pelan, "itu karena kalian berdua tumbuh jadi anak-anak yang skeptis." (hlm. 196)Apa ekspektasimu ketika membaca novel yang ditulis menggunakan sudut pandang orang pertama seorang anak kecil? Pasti kamu berharap akan menyaksikan bagaimana pemikiran-pemikiran polos yang otentik. Dalam Di Tanah Lada, Ziggy menghadirkan itu melalui sudut pandang orang pertama Salva, alias Ava.Setelah Kakek Kia-ayah Papa-meninggal, Papa menjadi kaya karena [...]

    18. Buat saya, buku ini merupakan bukti bahwa pemilihan sudut pandang dalam penulisan novel adalah salah satu poin terbesar yang menentukan kualitas novel tersebut. Saya betul-betul tidak bisa membayangkan apabila buku ini ditulis dengan sudut pandang orang ketiga. Hasilnya mungkin akan jauh dari kata "istimewa". Seperti misalnya di novel Dan Hujan Pun Berhenti, Farida Susanti menulis dengan campuran sudut pandang orang pertama dan ketiga. Hasilnya adalah sebuah novel remaja overdramatis yang membua [...]

    19. WHAT.A.TEAR-JERKINGORYSejak awal membaca review di GR, gw udah nyangka buku ini punya "sesuatu". Dan bener aja. Cerita awalnya kelam, indah di tengah hingga menjelang akhir dan mendadak harapan pembaca dijungkirbalikkan begitu saja. Emosi rollercoster level akut pokoknya! Yang bikin unik lagi, karena POV-nya dari Ava yg masih berumur 6 tahun serta P a.k.a Prince atau Pepper (view spoiler)[atau Pasha (hide spoiler)] yg masih 10 tahun, ada selipan humor dan keluguan dalam dialog yg ada (gw kadang [...]

    20. Ziggy benar-benar sedang mempermainkan logika orang dewasa dengan logika Salva, gadis cilik enam tahun serta P, bocah lelaki yang berusia 10 tahun. Keduanya sedang tidak hnaya membicarakan nasibnya yang kebetulan hampir sama karena punya orang tua-orang tua kejam dan ringan tangan kepada anak, tapi juga ngomongin kebahagian, kejujuran, dan dunia orang dewasa dengan logika, perumpamaan, dan bahasa anak-anak. Maka sangat tidak jarang ada lucu, konyol, namun menohok.Karena ini menggunakan POV 1, Sa [...]

    21. Bakal full ☆ andai :• Endingnya ga gantung dan hepi.Gimanapun sbg penggemar fiksi masih lebih doyan HEA buat ending, apalagi kisahnya sendiri sedari awal untaian penderitaan tiada tara (T × T) , yg susah2x cukup di non-fiksi ajah lah.• Cara berpikir dan dialog khas bocahnya konsisten hingga akhir. Sayangnya menjelang akhir knapa jadi kaya pasangan filsuf gitu yah?, kecuali klo emang dr awal dah gitu masih okelah walau agak2x susah diterima (siapa tau mreka nih kaya tokoh2x fiksi yg punya [...]

    22. Pengalaman pertama saya membaca tulisan Ziggy Z.: absurdly beautiful/beautifully absurd. Saya jatuh cinta dan mantap akan memberikan bintang 4 sampai akhirnya patah hati persis dimulai dari hlm. 233.Mungkin patah hati ini nggak akan sebegini membingungkannya kalau saya belum pernah membaca wawancara Ziggy dengan Kang Benny Rhamdani berikut: Kang Benny: Sebelum menulis, kamu nyiapin bekal apa?Ziggy: Nah, kalau menulis sih I say kita berusaha mempengaruhi orang. Jadi sebelum menulis, biasanya say [...]

    23. Karena sekali kita menyayangi seseorang,sebenarnya kita tidak pernah bisa berhenti menyayangi mereka, mungkin hanya berkurang sedikit, tetapi bukan digusur

    24. Akhirnya terjawab sudah rasa penasaran saya terhadap novel yang menjadi salah satu pemenang sayembara novel yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta tahun 2014 ini. Sejak nama Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie yang unik mulai bersliweran di temlen , saya sudah bertekad untuk membaca novel ini.Di Tanah Lada merupakan kisah tentang seorang anak perempuan berusia enam tahun yang kehidupannya cukup kelam. Papanya kejam dan jahat, sementara mamanya nggak terlalu berani melawan. Pertemuannya deng [...]

    25. Apa yang kau rasakan saat usai membaca sebuah buku, yang rasanya terlalu menyakitkan untuk dirasakan? Rasanya terlalu dalam untuk diselami. Dan aku hanya ingin menikmatinya. Tanpa perlu berpikir. Tanpa perlu menerka-nerka artinya apa.Sensasinya hampir sama saat aku usai membacaLe Petit Prince. Atau apakah ini karena penulis juga menyisipkannya dalam buku ini.Alkisah. seorang anak kecil berusia enam tahun, bernama Salva. Namun Papanya ingin memberinya namaSalivayang berarti Ludah karena dia tak b [...]

    26. "Yang lebih penting dari bertutur kata baik adalah bertutur kata dengan tepat."Kisah ini berlangsung hanya sepanjang 4-5 hari, tetapi apa yang dikisahkan Ava dan P lebih dari itu. Pembaca diajak untuk menyelami kehidupan Ava dan P yang sama-sama memiliki 'papa jahat'. Mereka, gadis kecil berumur 6 tahun dan lelaki kecil 10 tahun, hidup dalam ketakutan dan kebencian terhadap orang dewasa--bahkan mungkin dunia. Lewat sudut pandang Ava yang oleh sekelilingnya dicap aneh karena ke mana-mana membawa [...]

    27. Saya ada love-hate moment dengan buku ini. Ceritanya bagus, kerana dari kacamata seorang kanak-kanak berusia 6 tahun jadi kisah dan susun ceritanya kedengaran jujur. Dari awal saya sudah sedih sekali dengan kisah Ava-- perihal kehilangan Kakek Kia, tentang papanya yang garang sekali, juga ibu Ava yang kalau saya ambil kira apa yang dikata P, masuk akal juga ya. Tak pasti kenapa Helen masih juga bersama Doni sedang dia tahu Doni itu perangainya bagaimana. Ava kanak-kanak yang amat bijak, pemikira [...]

    28. Mari OOT dulu, aku suka nama penulisnya meskipun belum tahu itu nama asli atau nama pena. Sebagai sesama orang yg punya huruf Z dalam namanya kucuma mau bilang, terbiasa lah sama missed-pronounciation wkwkwkw.Mari lanjut ke ceritaTokoh utamanya adalah 2 anak kecil (Ava dan P) yang dalam dialog dan pengetahuannya sama sekali tidak mencerminkan anak kecil. Why ? Omongan mereka dalem banget. Sebenernya agak gimana obrolan mereka teh, tapiiiiiiTapiii aku justru suka, dengan cara ngambil sudut pandan [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *