Inteligensi Embun Pagi

Inteligensi Embun Pagi Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba Gio berangkat ke Indonesia Di Jakarta dia menemui Dimas dan Reuben Bersama mereka berusaha menelusuri identitas orang di bal

  • Title: Inteligensi Embun Pagi
  • Author: Dee Lestari
  • ISBN: 9786022911319
  • Page: 487
  • Format: Paperback
  • Setelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Reuben Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelahSetelah mendapat petunjuk dari upacara Ayahuasca di Lembah Suci Urubamba, Gio berangkat ke Indonesia Di Jakarta, dia menemui Dimas dan Reuben Bersama, mereka berusaha menelusuri identitas orang di balik Supernova.Di Bandung, pertemuan Bodhi dan Elektra mulai memicu ingatan mereka berdua tentang tempat bernama Asko Sedangkan Zarah, yang pulang ke desa Batu Luhur setelah sekian lama melanglangbuana, kembali berhadapan dengan misteri hilangnya Firas, ayahnya.Sementara itu, dalam perjalanan pesawat dari New York menuju Jakarta, teman seperjalanan Alfa yang bernama Kell mengungkapkan sesuatu yang tidak terduga Dari berbagai lokasi yang berbeda, keterhubungan antara mereka perlahan terkuak Identitas dan misi mereka akhirnya semakin jelas.Hidup mereka takkan pernah sama lagi.

    One thought on “Inteligensi Embun Pagi”

    1. Saya tidak tahu harus memulai memulai review intelegensi embun pagi dari mana, karena perasaan saya campur aduk. Bukan perkara mudah membuat summary cerita 700 halaman penuh dengan cerita yang strukturnya ensemble cast terdiri dari berapa? 8? 12 karakter? ngomong2 saya baru nyadar, judul buku ini adalah Inteligensi Embun Pagi, bukannya Supernova: Inteligensi Embun PagiTE: Kalau males baca versi panjang, ada versi TLDR di bagian bawah.Pertama, perkenankanlah saya untuk memberi selamat pada Dewi L [...]

    2. Novel ini mengingatkan saya pada banyak elemen di novel War and Peace-nya Leo Tolstoy. Sayangnya, Inteligensi Embun Pagi tidak berhasil membuat saya terpikat seperti halnya karya Leo Tolstoy tersebut.Ketebalan. Ketika saya membaca buku IEP di stasiun, seorang teman saya berkomentar, ‘bukunya tebal banget, berapa halaman?’, ‘ya sekitar 700-an’, ‘serius kamu baca buku setebal itu?’, harap maklum dia jarang membaca buku fiksi yang tebal-tebal, Harry Potter saja mentok di buku ketiga. We [...]

    3. Oke, begini deh, ketimbang saya spoiler isi ceritanya, saya mau curcol sedikit nih tentang Supernova. Hahaha.Jadi, bisa dibilang seri Supernova adalah salah satu seri yang berpengaruh bahkan berkesan bagi saya (selain Harry Potter dan Lupus). Saya masih ingat, pertama kali saya membaca Supernova KPBJ itu waktu saya masih kelas 2 SMA, dipinjami teman saya, Ridho, yang merekomendasikan buku itu untuk saya baca. Dia bilang, saya pasti suka. And, o boy, he's right. Saya langsung terpesona oleh buku [...]

    4. Seri Supernova pungkas. Klimaks? Antiklimaks? Mungkin ekspektasi adalah kunciku untuk menilai, dan aku harus minta maaf sekaligus bersyukur untuk itu.Seri itu berawal dengan KPBJ yang begitu analitis, puitis, bahkan menuju filosofis. Tidak ada yang berbohong, bahwa sejak saat itu Dee diperhitungkan. KPBJ adalah kunci baginya untuk masuk pada sebuah medan yang sama sekali tidak disangkakan orang, Dee menulis! Dan dia tidak main-main. Dia adalah cerita baru bagi dunja menulis Indonesia. Sang posmo [...]

    5. Pertama saya ingin mengucapkan Proficiat bagi Mbak Dewi ‘Dee’ Lestari. Akhirnya berhasil menyelesaikan proyek Novel Supernova. 15 tahun bukan waktu yang sekerdipan mata bagi kita yang fana. 15 tahun adalah waktu dimana, jatuh-bangun-bangkit dan bersinar, bagi seorang Dewi Lestari dalam membangun sebuah novel berseri. Bagi Pembaca-Penulis macam saya, membuat novel trilogi yang bagian keduanya dibelah 4 novel, hal itu merupakan pencapaian luar biasa. Saya setuju dengan Calvin Michel Sidjaja: T [...]

    6. Sejujurnya, saya telah selesai membaca ini cukup lama. Saya baru tulis review sederhana nan pendek hari ini. Kenapa? Karena saya sedang patah hati sepatah-patahnya. Saya sulit menulis catatan ini.Pertama, saya ucapkan selamat pada Dewi Lestari karena telah selesai melahirkan novel seri Supernova ini.Kedua, saya merasa buku IEP ini masih mentah sekali. Saya bisa memaklumi kalau Dewi mungkin dikejar-kejar fans-nya sehingga buru-buru menerbitkan buku ini. Mungkin juga dikejar-kejar penerbitan. Dan [...]

    7. INTELEGENSI YANG MERUSAK EMBUN PAGI”Fuck!”─Bodhi, Intelegensi Embun Pagi, hal. 685PADA salah satu interviu di salah satu siaran televisi, Dewi Lestari mengatakan ide serial Supernova pada kita: dia menulis mengenai kegelisahan hati dan pertanyaan-pertanyaan mengenai kehidupan.Di majalah Rolling Stone, Dee menegaskan bahwa tulisan-tulisannya berusaha mengundang tiap orang untuk berani mempertanyakan hidup─yang ia sebut pencarian personal tiap-tiap orang. Perasaan, pertanyaan, mungkin tent [...]

    8. *insert mandatory KPBJ nostalgic comment here*Okay.Right after finishing the last page (and subsequently, making sure that it was INDEED the last page, since c'mon, how the fuck could it be the last page?) I went back through the book with these nagging questions:1. What happened after Bong met Ferre? Several pages were dedicated for Bong being Bulan/Candra and they led ultimately nowhere.2. What the fuck is "Bumi" supposed to be about? So this Simon Sarvara guy decided to corrupt Firas' soul (a [...]

    9. *Review ini saya edit kembali setelah IEP keluar karena memang sekalian bahas beberapa fragmen yang mungkin sempat bingung ketika membaca IEP (atau mungkin kebingungan ini hanya saya saja yang mengalami?) tapi setelah berdiskusi dengan beberapa teman akhirnya saya mendapatkan pencerahan hahaha.Saya adalah salah satu pembaca beruntung yang bisa mendapatkan kesempatan untuk membaca IEP terlebih dahulu *oke, pamer dikit* Jujur aja waktu dapet email yg isinya draft awal naskah IEP ada perasaan campu [...]

    10. Kenapa novel semacam KPBJ bisa langsung menarik perhatian para pembaca?. Apakah konsep yang menarik antara kisah Gay, Pelacur, diramu dengan bumbu Fisika. Atau justru nama Dee yang dikenal sebelumnya sebagai seorang penyanyi yang kemudian mendapat tempat yang mudah di pangsa pasar. Jika novel Supernova di tulis bukan oleh seorang Dee (mantan penyanyi RSD, kontroversi cover Akar Om), apakah serial Supernova bakal memiliki banyak penikmat?Berikut adalah Latar belakang penulisan serial Supernova :K [...]

    11. Sebenarnya sudah memiliki buku ini sejak diluncurkan. Namun ketika itu tidak langsung dibaca. Lalu bermunculanlah review teman-teman gue yang menyuarakan kekecewaannya terhadap buku ini. Gue akhirnya jadi takut membacanyatakut kecewa. Gue pun menundanya hingga akhir pekan kemarin datang.Tidak mempunyai ekspektasi tinggi terhadap sebuah buku terkadang adalah sesuatu yang baik untuk pembaca. Karena meski rasa kecewa itu datang, tidak akan terlalu menyesakkan. Namun, ternyata buku ini tidak mengece [...]

    12. Cuma perkara beda minat, jadi bintang dua. Buat saya, karya pertama Dee tetap yang terbaik; mungkin ditulis waktu itu belum ada beban selain cita-cita sederhana untuk terbit.; walau ada juga seri setelah itu yang lumayan menghibur: Petir. Membaca IEP, Supernova sebagai avatar misteri malah jadi kehilangan magis-nya, jadi kayak "Oh, gitu doang asalnya?", lantas saya berpikir; well, seharusnya buku ini memang berhenti di episode pertama saja. Dee sendiri punya prospek jadi penulis komedi ulung; di [...]

    13. Kritik Buku : Intelegensi Embun Pagi – Dee LestariMungkin sudah banyak review baik di blog pribadi maupun situs dunia perbukuan seperti yang membahas tentang Intelegensi Embun Pagi nya Dee Lestari. Yang menilai karya ini bagus sama banyaknya dengan yang menilai karya ini parah. Saya termasuk yang kedua, karya ini parah. Maaf kalau tulisan di bawah ini ujung-ujungnya ndak jadi review, malah jadi curhat.Pertama, kualitas cover buku.Cover IEP berwarna putih berlapis hologram ini sepintas tampak [...]

    14. Lebih seru daripada buku sebelumnya. Sangat gampang untuk dibaca, jadi enak - kalimat-kalimatnya langsung jadi gambaran di pikiran pembaca yang membuat imajinasi pembaca berjalan sendiri-sendiri. Selain itu 'kegampangan' buku ini untuk dibaca juga terbukti dengan cepatnya saya membaca buku ini. Saya baca buku ini hanya selama 7-8 jam yang kira-kira dibagi 1 jam dalam seharinya (karena saya gak punya bukunya, jadi harus numpang baca di berbagai tempat dengan berbagai cara, misalnya dengan duduk d [...]

    15. “Kejahatan yang paling mengerikan tidak akan muncul dengan api dan tanduk, tetapi jubah malaikat. Ia membius dengan kebajikan. Mereka yang terbius akan rela mempertaruhkan nyawa untuk membela apa yang mereka kira kebajikan.” –Inteligensi Embun Pagi, hlm. 459Setelah mendapatkan klu terakhir dari sebuah upcara di Lembah Suci Urubamba, Gio memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Pertemuannya dengan Dimas dan Reuben bukan semata-mata sebuah pergerakan acak. Bersama keduanya, Gio berusaha mengun [...]

    16. "Mungkin akan jadi Power Rangers?"Itu ucapan seorang teman beberapa tahun lalu ketika kami mengobrol tentang Supernova.***Saya terpikat Rectoverso. Meski bukan penikmat fanatik seri Supernova, namun saya sempat membaca keseluruhan serinya. Saya tak merasa dikejar momen untuk membaca cepat, atau dikejar kebutuhan untuk menuntaskan rasa penasaran episode terakhir dari kisah belasan tahun ini. Namun nyatanya, sedikit-banyak saya terseret euforia cover putih IEP yang terpajang di mana-mana. Di antar [...]

    17. "buat apa bejibun footnotes di buku pertama kalau ujung-ujungnya tak lebih dari kisah cinta para dewa?"oke. satu kata yang dapat menggambarkan seluruh luapan emosi saya setelah sakit kepala sekitar seminggu akibat ga bisa melahap buku terakhir senikmat lahapan-lahapan sebelumnya: KZL.iya, KZL. kekinian, cem gaya menulis mba dee akhir" ini. kalo kata calvin, pasca perahu kertas.hingga halaman ke-400, ritme baca saya lambat sekali. sebagai pembaca yang sok-sok pengen detail (oh, ini kan si itu! eh [...]

    18. Tbh saya juga gak nyangka kalau ternyata saya "cuma" kasih 3 bintang untuk buku yang saya sudah lama-lama tungguin ini dan jujur saja, dengan ekspektasi yang cukup tinggi. Saya hanya merasa banyak yang "hilang" dari akhir kisah Supernova ini. tapi gak dipungkiri juga banyak kejutan yang dihadirkan juga dalam kisah final ini. Banyak yang hilang, karena menurut saya beberapa tokoh sentral yang membuat pondasi Supernova ini, kasarnya tidak terurus dengan baik. Dimas dan Reuben, Ferre, Diva Anastasi [...]

    19. Sempat ragu kalau2 IEP akan lahir prematur ternyata tidak sama sekali,plot yang rapi,pemiihan kata2 yang enak serta keluesan dee membangun semua karakter bisa dibilang luar biasa,semua amunisi yang di persiapkan dari serial pertama seakan meledak semua di buku ini.dari semua karakter sentral sampai figuran yang muncul dari KPBJ sampai Gelombang bahu membahu membangun jejaring supernova sampai jadi satu kesatuan cerita yang utuh.

    20. Dewi Lestari adalah satu dari sekian penulis yang saya kagumi. Saya mengikuti semua cerita Dee, mulai dari serial Supernova, lalu Perahu Kertas, kumpulan cerita di Filosofi Kopi, Madre, dan Rectoverso. Memang tajuk tulisan ini adalah tentang Inteligensi Embun Pagi, si bungsu Supernova yang lagi hits karena penjualannya via pre-order yang super fantastis. Tapi, berbicara tentang IEP, tentu tidak bisa tidak menceritakan serial yang lain dan bahkan menyandingkannya dengan karya Dee lainnya.Sepertin [...]

    21. [ Seluruh review untuk supernova saya satukan dalam lapak IEP ]Jika ada orang yang bertanya, “What is the greatest book you have read so far?” maka dengan lugas saya akan menjawab: Supernova KPBJ. Pertama saya ketemu KPBJ, saat itu saya lagi bosan dengan novel-novel terjemahan. Kemudian, KPBJ datang membawa segala konsep dan pertanyaan hidup yang tersirat di dalamnya, yang ketika saya baca, saya merasa otak saya mau pecah sebab saya nggak rela novel ini cuma fiksi. Dee berhasil memanipulasi [...]

    22. Oke, sebenarnya lebih ke 2*, cerita seru sepanjang jalan tapi tidak menggigit. Sementara ekspektasi saya berharap ke arah lain, seri pamungkas supernova ini malah berpaling ke arah lain, mendaratkannya di ranah cerita fantasi biasa. Asal muasal eksistensi manusia, superior beings as aliens yg kmd mewujud sebagai sarvara, infiltran dan peretas, samsara dan reinkarnasi, serta karma. Menarik, tapi seperti yg tertulis di atas, punya dinamika alur yang seru tapi tidak meninggalkan apa-apa. *mungkin s [...]

    23. Intelegensi Embun Pagi (IEP), series Supernova yang keenam (entah yang terakhir atau bukan, kalau dari intuisi saya sih bakal ada kelanjutannya) berhasil menghipnotis seluruh pemerhati karya mbak Dee Lestari dengan "iming-iming" "Seri Terakhir Supernova" dan menjadi novel yang paling ditunggu perilisannya. Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menanti lahirnya IEP, penasaran seperti apa ending Supernova dan berharap beragam pertanyaan yang muncul di benak saya akan terjawab di epi [...]

    24. Buku paling random yang pernah saya baca!Dari lima puluh halaman pertama membaca, saya sudah tak tahan untuk memberikan komentar dan segera menamatkannya agar review saya obyektif.Pertama, sebagai orang yang membaca Supernova sejak kelas 1 SMA bertahun-tahun silam, membangkitkan memori akan tokoh2 dan cerita dari masa lalu sungguh sulit, terlebih, cerita2 Supernova bukanlah cerita2 yang melekat di ingatan seperti Harry Potter, jadi saya membutuhkan waktu mengingat dan tidak jarang membuat saya m [...]

    25. Satu-satunya buku yang saya baca cepat karena, cukup dengan membaca bagian akhirnya saja saya tahu gak bakal baca lagi. Belum seperempat buku habis, saya sudah langsung nawarin Intelegensi Embun Pagi ke orang-orang, setengah harga. Karena kalau saya minta harga full, terlalu mahal. Kemahalan banget untuk karya ini.Intelegensi Embun Pagi mungkin adalah penutup kekecewaan saya atas karya Dee (atau Dewi Lestari) yang bermula sejak kemunculan Perahu Kertas. Entah mengapa, saya melihat ada tendensi D [...]

    26. Terus terang saya bingung kenapa buku terakhir dari seri Supernova ini jadi fantasy begini. Jika endingnya berbau klenik, saya malah lebih siap kayaknya 😀. Seperti ketika saya membaca Petir, seorang teman saya yang waktu itu merekomendasikan buku itu ke saya, gara-gara waktu itu saya sedang mempelajari alternative healing. Kerjaan saya meditasi melulu, menerima healing jarak jauh, dan anehnya, teman saya ini merasa sembuh. Karena satu dan lain hal, saya memilih tidak lagi melanjutkan kegiatan [...]

    27. (AMAN DAN GAK MENGANDUNG SPOILER TENTANG CERITANYA, MURNI REVIEW PRIBADI)Mungkin IEP adalah salah satu novel yang paling diantisipasi kelahirannya oleh pembaca tanah air. Waktu denger IEP udah release dan beberapa temen sudah mulai start baca saya gelisah bukan main pengen cepet-cepet pulang ke Indo dan langsung meluncur kilat ke toko buku tersekat (and yeah I really did it). Yaudah lah basa-basinya, mending langsung ke bagian review. I'm always a big fan of her works but this time I'm sorry Ibu [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *